Dorong Program SISKA, Dinas Pertanian Kotim Targetkan 20 Perusahaan Sawit Terlibat
SB, SAMPIT - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong optimalisasi program Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) dengan melibatkan perusahaan besar swasta (PBS).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephy Hartady, mengungkapkan bahwa pada dasarnya sejumlah perusahaan sudah menjalankan program serupa, namun belum terintegrasi secara maksimal dengan sektor peternakan.
“Selama ini laporan mereka lebih banyak ke bidang perkebunan. Padahal jika terkoordinasi dengan peternakan, kita bisa menyusun strategi pengembangan yang lebih terarah,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurut Yephy, dalam skema SISKA perusahaan memiliki fleksibilitas untuk menjalankan program secara mandiri maupun melalui kemitraan dengan masyarakat.
“Perusahaan bisa menjalankan sendiri, atau menjalin kemitraan dengan masyarakat. Misalnya bantuan ternak yang dikelola koperasi atau kelompok tani sebagai bagian dari kontribusi mereka,” jelasnya.
Ia menyebutkan, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kotim saat ini mencapai sekitar 400 ribu hektare, dengan total 56 perusahaan yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, 40 perusahaan berada di wilayah Kotim, sementara 16 lainnya berbagi wilayah dengan kabupaten lain.
Untuk tahap awal, pihaknya menargetkan sekitar 20 perusahaan dapat aktif menjalankan program SISKA
“Kalau di tahun pertama ini kita bisa menggerakkan sekitar 20 PBS saja, itu sudah sangat bagus,” katanya.
Yephy menambahkan, saat ini sudah ada belasan perusahaan yang mulai menjalankan program integrasi tersebut dengan skala yang bervariasi.
“Sudah ada yang berjalan, meskipun skalanya berbeda-beda. Ini yang akan terus kita dorong dan kembangkan ke depan,” tandasnya.
Program SISKA sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada protein hewani, dengan pengembangan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit. (f1/sb)