Sidang Diluar Gedung, Pemkab Kotim Dorong Hukum Lebih Dekat ke Masyarakat
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemudahan akses layanan publik, termasuk di bidang hukum, bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kotim, Irawati, saat menghadiri kegiatan sidang di luar gedung yang digelar oleh Pengadilan Agama Sampit Kelas IB di Kantor Camat Parenggean, Kamis (16/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Irawati mengapresiasi langkah Pengadilan Agama Sampit yang menghadirkan layanan hukum langsung ke tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengadilan Agama Sampit atas inisiatif menghadirkan layanan hukum yang lebih dekat, cepat, dan efisien bagi masyarakat,” ujar Irawati, Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan, program sidang di luar gedung ini menjadi solusi nyata bagi warga, khususnya di wilayah Parenggean dan sekitarnya, yang selama ini menghadapi kendala jarak dan biaya untuk mengakses layanan pengadilan.
Melalui program tersebut, masyarakat kini dapat memperoleh berbagai layanan, mulai dari konsultasi hukum, pendaftaran perkara, hingga pengambilan produk pengadilan tanpa harus datang langsung ke kantor pengadilan di kota.
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak lagi terbebani jarak yang jauh maupun biaya transportasi yang tinggi. Ini bentuk kehadiran negara dalam memberikan keadilan yang merata,” tambahnya.
Menurut Irawati, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga peradilan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan keadilan sosial sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di Bumi Habaring Hurung.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pelayanan ini untuk menyelesaikan persoalan hukum secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.
Kegiatan sidang di luar gedung ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga pelayanan hukum dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kotim. (f1/sb)