seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

DPRD Kotim Akan Panggil Pertamina Usut Antrean Panjang Solar di SPBU

by Redaksi - Tanggal 18-04-2026,   jam 09:49:26
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor

SB, SAMPIT – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuai sorotan dari Komisi II DPRD Kotim. Lembaga legislatif ini memastikan akan segera memanggil pihak Depot Pertamina Patra Niaga Sampit guna meminta klarifikasi terkait kondisi tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Bahkan, antrean tidak hanya terjadi pada solar subsidi, tetapi juga pada BBM non-subsidi seperti dexlite dan pertamina dex.

“Kami dari Komisi II akan menindaklanjuti keluhan masyarakat ini. Kami akan bersurat untuk memanggil pihak Depot Pertamina Patra Niaga Sampit, rencananya Senin, untuk mengetahui penyebab antrean panjang ini,” ujar Akhyannoor, Sabtu (18/4/2026).

Ia mengungkapkan, fenomena antrean panjang tersebut tidak hanya terjadi di Kotim. Saat melakukan perjalanan ke luar daerah, pihaknya juga mendapati kondisi serupa di wilayah lain, termasuk di Palangka Raya.

“Antrean solar ini hampir terjadi di semua SPBU di Kotim. Bahkan saat kami ke Palangka Raya, di sana juga mengalami hal yang sama. Artinya ini bukan hanya persoalan di Kotim saja,” ungkapnya.

Menurut Akhyannoor, DPRD perlu memastikan secara jelas akar permasalahan yang terjadi, apakah disebabkan oleh distribusi, keterbatasan stok, atau faktor teknis lainnya di lapangan.

“Kami ingin tahu apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya. Ini akan kami dalami melalui pemanggilan dan koordinasi langsung dengan pihak terkait,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan, khususnya truk dan angkutan barang, terlihat di sejumlah SPBU di Kotim. Para sopir mengaku harus mengantre berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari untuk mendapatkan solar, sehingga mengganggu aktivitas operasional mereka.

Komisi II DPRD Kotim berharap permasalahan ini segera teratasi agar distribusi BBM kembali normal dan tidak merugikan masyarakat luas (f1/sb)