Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Kenaikan BBM Tekan Nelayan dan Petani, Wilayah Selatan Kotim Paling Terdampak

Redaksi 21-04-2026, 07:20 WIB 1 menit baca
Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi
Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi

SB, SAMPIT - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya berdampak pada efisiensi perjalanan dinas pemerintah, tetapi juga dirasakan langsung oleh berbagai sektor masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, mengatakan bahwa dampak kenaikan BBM meluas hingga sektor transportasi, pelaku usaha, petani, dan nelayan.

“Semua sektor akan terdampak, baik transportasi, usaha, petani, maupun nelayan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Umar, nelayan di wilayah selatan Kotim menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak. Hal ini disebabkan keterbatasan akses terhadap BBM bersubsidi, sehingga mereka terpaksa membeli BBM non-subsidi dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“Nelayan dan petani sangat terdampak, karena jika tidak mendapatkan BBM subsidi, mereka harus membeli non-subsidi yang harganya bisa mencapai Rp 25 ribu per liter,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berharap ketersediaan BBM tetap terjaga agar aktivitas nelayan tidak terganggu. Pasalnya, jika nelayan tidak bisa melaut, maka akan berdampak langsung pada pasokan ikan dan aktivitas perdagangan di daerah.

“Kami tidak berharap kenaikan BBM ini membuat mereka tidak bisa melaut. Karena kalau itu terjadi, akan berdampak pada pasokan ikan dan perdagangan di daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Umar menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mencari solusi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.

“Ini akan kami diskusikan dengan OPD terkait agar tetap ada solusi, sehingga masyarakat tetap bisa berproduksi dan hasilnya bisa dijual,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan BBM di lapangan, tidak hanya soal harga yang meningkat.

“Minyak ini naik, tapi di pasar harus tetap ada. Jangan sampai harga naik, tapi barangnya kosong,” pungkasnya

(f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard