Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Dorong Penguatan Kompetensi Guru PAI untuk Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Redaksi 21-04-2026, 10:28 WIB 2 menit baca
Dinas Pendidikan Kotim melaksanakan peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Dinas Pendidikan Kotim melaksanakan peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan karakter melalui peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Langkah ini dinilai penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kotim, Cipto Utama, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi guru PAI se-Kotim yang digelar oleh Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kabid GTK yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Harapannya bisa meningkatkan kompetensi guru PAI, karena kita harus kreatif mengikuti perkembangan zaman agar anak-anak juga lebih kreatif,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan, peningkatan kompetensi guru PAI memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan daerah menuju Kotim unggul 2045, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkarakter kuat.

Menurutnya, tantangan utama pendidikan saat ini bukan hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga membentuk akhlak yang baik.

“Kalau mencari orang pintar itu banyak, tetapi siswa yang berakhlak ini masih menjadi PR kita bersama. Saya berharap melalui guru PAI ini, anak didik kita menjadi generasi yang taat beragama, minimal salat lima waktu tidak ditinggalkan,” tegasnya.

Cipto Utama juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung pendidikan karakter. Ia meminta orang tua turut aktif mengawasi dan membimbing anak di rumah agar pembinaan akhlak berjalan seimbang antara sekolah dan keluarga.

“Peran orang tua sangat penting. Pendidikan karakter tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kotim, Edi Sucipto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI tingkat SMP.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 guru PAI SMP negeri se-Kotim dengan fokus pada penguatan karakter siswa melalui pembelajaran yang lebih inovatif.

“Harapannya guru PAI bisa menjadi penggerak utama dalam membentuk siswa yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” jelasnya.

Ia menambahkan, materi pelatihan juga disesuaikan dengan kebijakan terbaru pendidikan, termasuk penerapan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning sesuai regulasi yang berlaku.

“Guru dituntut mampu mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendalam, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, Disdik Kotim berharap para guru PAI dapat semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran mereka dalam membentuk generasi muda yang unggul secara intelektual, spiritual, dan moral menuju masa depan Kotim yang lebih baik. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard