Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Kotim Terancam Kemarau Panjang 6 Bulan, Halikinnor Minta OPD Siapkan Strategi

Redaksi 21-04-2026, 06:40 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor memimpin rapat koordinasi menghadapi ancaman kemarau panjang. (FOTO:ISTIMEWA)
Bupati Kotim, H Halikinnor memimpin rapat koordinasi menghadapi ancaman kemarau panjang. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memimpin rapat persiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi musim kemarau ekstrem tahun ini.

Halikinnor menegaskan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau tahun ini diperkirakan menjadi yang terpanas dalam 30 tahun terakhir dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

“Kemarau kali ini bisa berlangsung 4 sampai 6 bulan. Biasanya hanya satu sampai dua bulan. Untuk itu kita merapatkan kesiapan, bagaimana seluruh OPD membuat rencana aksi serta menghitung kebutuhan anggaran agar kita siap menghadapi kondisi tersebut,” ujar Halikinnor, Selasa (21/4/2026).

Ia menekankan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

“Saya menghimbau masyarakat, pemadaman tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Jika menemukan api kecil, segera dibantu dipadamkan, jangan menunggu sampai membesar karena akan sulit ditangani,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi wilayah Kotim yang didominasi lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit, terlebih di daerah yang sulit dijangkau serta dengan keterbatasan personel dan peralatan. 

Selain karhutla, Halikinnor juga mengingatkan potensi kekeringan dan krisis air bersih, terutama di wilayah selatan Kotim.

“Nanti hujan akan mulai menipis, sehingga kebutuhan air bersih harus disuplai, khususnya dari Sampit. Di wilayah selatan banyak masyarakat yang masih bergantung pada air hujan karena air sungai payau dan tidak bisa digunakan,” jelasnya.

Ia pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menyiapkan peralatan, anggaran, serta personel sesuai kapasitas masing-masing.

Di sektor pertanian, Halikinnor mengakui musim kemarau akan berdampak pada produksi. Namun, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Penurunan produksi pasti ada, tetapi diharapkan tidak signifikan karena sudah ada prioritas komoditas unggulan yang tahan terhadap musim kemarau,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard