seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

DPRD Palangka Raya Tekankan Peran Masyarakat Cegah Karhutla Jelang Kemarau

by Redaksi - Tanggal 24-04-2026,   jam 03:11:09
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi

SB, PALANGKA RAYA – Menjelang musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius. Tidak hanya soal larangan membuka lahan dengan cara membakar, upaya pencegahan kini juga menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat semata. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat di tingkat akar rumput menjadi faktor kunci dalam menekan potensi kebakaran.

“Pengawasan tidak cukup hanya dari pemerintah. Masyarakat juga harus ikut berperan aktif, terutama di lingkungan masing-masing,” ujarnya, Sabtu (24/4/2026).

Ia menjelaskan, wilayah-wilayah yang rawan karhutla perlu mendapat perhatian khusus melalui patroli rutin serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Sosialisasi dinilai penting agar masyarakat memahami dampak luas kebakaran, baik terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas ekonomi.

“Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar akan risiko besar dari karhutla, bukan hanya bagi lingkungan tetapi juga kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Selain ancaman kebakaran, Hasan juga mengingatkan potensi berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau. Ia mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat air sejak dini.

“Penggunaan air perlu lebih efisien. Hal-hal kecil di rumah tangga bisa berdampak besar jika dilakukan bersama-sama,” katanya.

Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif menjadi fondasi utama dalam menghadapi musim kemarau, baik dalam mencegah karhutla maupun menjaga ketersediaan sumber daya air.

“Kalau semua pihak bergerak, baik masyarakat maupun pemerintah, maka potensi karhutla bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya. (sb/*)