seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Konsep Bangunan SD Alam Khatulistiwa Bertemakan Rumah Betang

by Redaksi - Tanggal 24-04-2026,   jam 03:44:43
Proses foto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan sekolah alam. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Ketua Yayasan Pelita Bumi Khatulistiwa, Ida Oetari, mengungkapkan rencana pengembangan sekolah SD Alam Khatulistiwa, Kabupaten Kotim, berbasis budaya dan alam melalui pembangunan Rumah Betang sebagai simbol kearifan lokal Kalimantan Tengah.

“Sebagai bagian dari konsep pendidikan berbasis budaya, kami akan membangun Rumah Betang sebagai simbol budaya Kalteng. Selain itu, akan ada berbagai fasilitas seperti kelas outdoor, kolam renang, peternakan, dan pertanian,” ujarnya, Jumat (24/4/2026)

Menurutnya, seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendekatkan anak-anak dengan alam, sehingga mereka tidak asing dengan lingkungan sekitar. Kedepan pihak yayasan juga berencana menghadirkan sistem boarding school. Namun, untuk tahap awal kegiatan belajar mengajar masih berlangsung hingga sore hari.

“Untuk saat ini kami belum menerapkan boarding school. Pembelajaran berlangsung sampai sore, sehingga orang tua yang bekerja tetap bisa menitipkan anaknya dan menjemput sepulang kerja,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan sekolah saat ini tengah berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026. Pendaftaran peserta didik pun sudah dibuka.

Dalam hal pembiayaan, yayasan menerapkan sistem yang menyesuaikan dengan kemampuan orang tua, termasuk menyediakan program beasiswa.

“Kami tidak menetapkan biaya yang kaku. Kami melihat kemampuan orang tua, dan kami juga menyediakan beasiswa,” ungkap Ida.

Saat ini, lahan yang tersedia seluas 1,2 hektare. Namun, luas tersebut dinilai masih terbatas untuk pengembangan hingga jenjang kelas 6 sekolah dasar.

“Lahan kami saat ini 1,2 hektare. Memang masih kurang untuk pengembangan sampai kelas 6, sehingga akan kami lakukan secara bertahap. Harapannya ke depan bisa diperluas,” tuturnya.

Ida juga mengajak masyarakat Kotim untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan sekolah tersebut, termasuk dalam penghijauan area sekolah.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun dan menjaga. Jika ada yang ingin menyumbangkan tanaman, bisa ditanam di sini. Ini juga menjadi bagian dari pembelajaran bagi anak-anak,” pungkasnya. (f1/sb)