Kepala Dishub Kotim, Raihansyah
SB, SAMPIT - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan penyesuaian perencanaan proyek penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono akibat kenaikan harga material, khususnya kabel, yang melonjak signifikan.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan program strategis pemerintah daerah yang kini masih dalam tahap perhitungan ulang.
“Ini proyek strategis pemerintah daerah. Kemarin kami sudah menyusun HPS (Harga Perkiraan Sendiri), meminta review Inspektorat dan pendampingan dari Kejaksaan. Namun dalam waktu dekat ini kami harus menyesuaikan kembali karena ada perubahan harga satuan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia mengungkapkan, lonjakan harga material menjadi faktor utama penyesuaian. Bahkan, berdasarkan hasil survei terbaru, kenaikan harga kabel mencapai angka yang cukup tinggi.
“Sekarang kabel saja sudah naik dua kali lipat, bahkan ada yang mencapai 120 persen dari harga sebelumnya. Padahal anggaran kami susun pada tahun 2025 dengan harga saat itu,” jelasnya.
Awalnya, proyek PJU sepanjang ruas dari Simpang KFC hingga Simpang Lingkar Selatan dapat diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar. Namun dengan kondisi harga saat ini, Dishub harus melakukan revisi desain sekaligus perhitungan ulang biaya.
Meski demikian, Raihansyah memastikan tidak ada penambahan anggaran dalam proyek tersebut. Penyesuaian dilakukan pada aspek teknis, termasuk jumlah tiang dan jarak pemasangan.
“Tidak ada penambahan anggaran. Tapi kemungkinan ada pengurangan jumlah tiang. Dari sebelumnya sekitar 80 lebih tiang, bisa menjadi 70 sampai 75 tiang,” katanya.
Lanjutnya, jarak antar tiang juga akan diperlebar dari semula 40 meter menjadi sekitar 50 meter agar tetap dapat menjangkau seluruh ruas jalan.
Pihaknya akan melakukan perccoba hitung ulang, jaraknya diperlebar supaya tetap bisa menyambung sampai ke ujung jala agar pencahayaan tetap optimal.
Ruas Jalan Kapten Mulyono sendiri memiliki panjang sekitar 2 kilometer lebih dan dinilai sebagai kawasan rawan kecelakaan, sehingga pemasangan PJU menjadi prioritas.
“Ini juga menjadi atensi khusus karena di sana rawan kecelakaan, termasuk ada jembatan yang rusak. Jadi kami dorong agar segera dilakukan lelang,” ungkap Raihansyah.
Ia menyebutkan, target pemerintah daerah adalah proses tender dapat selesai pada Mei, sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai pada Juni hingga Juli.
“Target Pak Bupati, Mei ini selesai tender, lalu Juni–Juli sudah masuk pekerjaan fisik,” pungkasnya. (f1/sb)