Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Bupati Lamandau Studi Tiru Pengelolaan Sampah TPST-RDF di Banyumas

Redaksi 11-05-2026, 09:41 WIB 2 menit baca
Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra ketika melaksanakan studi tiru ke Banyumas. (FOTO:ISTIMEWA)
Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra ketika melaksanakan studi tiru ke Banyumas. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, BANYUMAS - Pemerintah Kabupaten Lamandau melakukan kunjungan kerja sekaligus studi tiru pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu–Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lamandau Rizki Aditya Putra bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Lamandau Ostra Wungkana.

Turut hadir dalam rombongan tersebut Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Wakil Bupati Banyumas Hj Dwi Asih Lintarti, Anggota DPRD Kabupaten Banyumas Bobby Listyo Widjatmoko, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas beserta jajaran, serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola TPST.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Banyumas, khususnya pengolahan berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat proses pengelolaan sampah mulai dari tahap pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau RDF yang memiliki nilai ekonomis.

Sistem pengelolaan sampah di Banyumas dinilai berhasil karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pengelolaan. Sampah rumah tangga yang sebelumnya hanya dibuang ke tempat pembuangan akhir kini dipilah dan diolah agar dapat dimanfaatkan kembali, sehingga mampu mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan nilai tambah.

Bupati Lamandau Rizki Aditya Putra mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam memperkuat tata kelola persampahan yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kita belajar langsung bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R dijalankan dengan melibatkan masyarakat. Dari proses itu, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Rizki, penerapan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi seperti di Banyumas dapat menjadi referensi penting bagi Kabupaten Lamandau dalam menghadapi persoalan sampah di daerah.

Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama studi tiru dapat diimplementasikan secara bertahap di Lamandau. Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

“Yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat agar mulai terbiasa memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan dari rumah masing-masing,” katanya.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap dapat mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard