Kejadian kecelakaan di Sampit menewaskan pengendara. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Jalur Jalan Tjilik Riwut di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali memakan korban jiwa. Dalam rentang waktu kurang dari dua jam, dua kecelakaan lalu lintas terjadi di lokasi berbeda pada Rabu (13/5/2026) dan sama-sama menyebabkan korban meninggal dunia.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di ruas Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya–Sampit, tepatnya di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu.
Dalam video berdurasi 17 detik yang beredar di media sosial, korban terlihat tergeletak di tengah jalan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Warga di lokasi tampak ragu melakukan evakuasi lantaran korban mengalami luka parah.
“Ini di Pal 4, orang pada gak berani mengevaluasi, tolong ambulan ya,” ucap seorang wanita dalam rekaman video yang beredar.
Korban diketahui berinisial DJRT (19), seorang mahasiswi asal Sampit yang tinggal di Jalan Bukit Batu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat beberapa menit berada di tengah jalan sebelum akhirnya dievakuasi setelah ambulans tiba di lokasi kejadian.
Relawan Forum Siaga Sampit, Tendy, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
“Iya belum pak, itu masih menjadi pendalaman, apakah laka tunggal atau apa,” ujar Tendy saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Belum hilang duka dari peristiwa di Desa Pundu, kecelakaan maut kembali terjadi sekitar pukul 18.20 WIB di KM 5 Jalan Tjilik Riwut, Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.
Peristiwa kedua diduga merupakan kecelakaan tunggal yang kembali merenggut satu korban jiwa. Informasi kejadian itu dengan cepat menyebar di kalangan warga sekitar.
Seorang warga bernama Maxci membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menyebut proses penanganan di lokasi telah selesai dan pihak keluarga korban sudah menerima kabar duka.
“Iya benar, laka terdapat di Cilik Riwut KM 5 arah Kota Besi. Udah clear, keluarga sudah mengetahui,” ujar Maxci.
Menurutnya, minimnya penerangan jalan dan kondisi jalan berlubang diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan.
“Iya disini gak ada penerangan jalan jadi gelap gulita,” tambahnya.
Tak lama setelah kejadian, identitas korban kedua diketahui berinisial DJ dan diduga masih berstatus pelajar.
Dua kecelakaan maut yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut membuat warga sekitar jalur Tjilik Riwut geger. Sejumlah pengguna jalan tampak memperlambat laju kendaraan saat melintas di lokasi kejadian.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Tjilik Riwut, terutama terkait penerangan jalan dan perbaikan ruas jalan berlubang yang dinilai rawan memicu kecelakaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi maupun penyebab pasti kedua kecelakaan tersebut. (f1/sb)