seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Warga Kapten Mulyono Sampit Keluhkan Buruknya Drainase

by Redaksi - Tanggal 15-05-2026,   jam 04:37:13

SB, SAMPIT - Warga Jalan Kapten Mulyono Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berharap pemerintah daerah segera melakukan pengerukan drainase menggunakan alat berat. Pasalnya, kawasan tersebut menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Sampit.

Ketua RT setempat, Samsul Budiono, mengatakan warga selama ini hanya mengandalkan gotong royong untuk membersihkan saluran air dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu mengatasi pendangkalan drainase yang sudah terjadi cukup lama.

“Kalau hujan deras, air malah masuk ke rumah-rumah warga dan tidak mengalir ke drainase Kapten Mulyono. Kami berharap ada pengerukan menggunakan ekskavator seperti yang dilakukan di Jalan Dewi Sartika,” kata Samsul, Jumat (15/5/2026).

Ia mengungkapkan, dirinya telah tinggal di kawasan tersebut sejak 2007 dan belum pernah melihat adanya pengerukan drainase menggunakan alat berat di wilayah Jalan Kapten Mulyono Selatan.

Menurutnya, sedikitnya empat RT terdampak banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Salah satu kawasan yang paling sering terdampak yakni Perumahan Setia Griya Minimalize RT 42/RW 04, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Setiap hujan warga gotong royong membersihkan parit, tapi hasilnya memang tidak maksimal karena alat yang digunakan terbatas,” ujarnya.

Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) dapat memasukkan wilayah tersebut dalam program normalisasi drainase berikutnya.

Sebelumnya, Dinas SDABMBKPRKP Kotim telah melakukan pengerukan drainase di sejumlah titik di Kota Sampit menggunakan tiga unit alat berat. Beberapa lokasi yang telah dilakukan normalisasi di antaranya Jalan Dewi Sartika, Jalan Christopel Mihing, Ring Drain I, dan Sei Mentawa sebagai langkah antisipasi banjir pada musim hujan. (f1/sb)