Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Apresiasi Haflah Tasyakur SDIT Al Ishlahdan Ingatkan Validitas Dapodik

Redaksi 18-05-2026, 12:08 WIB 2 menit baca
Siswa SDIT Al Ishlah mengikuti Haflah Tasyakur. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Siswa SDIT Al Ishlah mengikuti Haflah Tasyakur. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Cipto Utomo, mengapresiasi pelaksanaan Haflah Tasyakur yang digelar SDIT AL Ishlah, Sabtu (16/5/2026).

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan sekolah kepada siswa dan orang tua atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan dasar.

“Kami dari Dinas Pendidikan Kotim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Haflah Tasyakur ini. Ini bukan bentuk kemewahan, tetapi penghargaan kepada ayah dan bunda serta siswa yang telah menyelesaikan studi di SDIT Al Ishlah,” kata Cipto Utomo.

Ia juga mengucapkan selamat kepada SDIT Al Ishlah telah menyelenggarakan Haflah Tasyakur untuk ketiga kalinya. Menurutnya, usia sekolah yang kini memasuki sembilan tahun diharapkan semakin matang dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kotim.

“Semoga ke depan SD IT Al Ishlah semakin matang dalam mendukung kemajuan pendidikan, khususnya di Kabupaten Kotim,” ujarnya.

Cipto turut memberikan apresiasi kepada para ustaz dan ustazah yang selama ini mendampingi para siswa. Ia berharap ilmu yang diberikan menjadi amal jariah bagi seluruh tenaga pendidik. Selain itu, ia juga menyampaikan pesan kepada orang tua agar terus mendukung pendidikan anak-anak sehingga fondasi yang telah dibangun di sekolah dapat menjadi bekal dalam membentuk generasi Rabbani yang berakhlakul karimah.

Dalam kesempatan itu, Cipto mengingatkan seluruh sekolah agar jujur dalam menginput data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sebab, saat ini pemerintah pusat menggunakan data tersebut sebagai dasar penyaluran dana revitalisasi sekolah.

“Jangan sampai Dapodik dimanipulasi. Kalau memang ruang kelas hanya empat, sampaikan empat. Karena pemerintah pusat melihat kondisi sekolah dari data Dapodik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, saat ini dana alokasi khusus pendidikan telah berubah menjadi dana revitalisasi yang langsung disalurkan pemerintah pusat ke sekolah berdasarkan data yang diinput.

“Cermin sekolah itu ada di Dapodik. Jadi sampaikan data sesuai fakta agar dana revitalisasi bisa tepat sasaran,” katanya.

Cipto juga mengungkapkan bahwa Disdik Kotim tengah melakukan verifikasi dan validasi terhadap data anak tidak sekolah di Kotim.

Berdasarkan data pusat, terdapat sekitar 10 ribu anak tidak sekolah di daerah tersebut, namun pihaknya masih melakukan pengecekan lapangan.

“Kami sudah tahap empat melakukan verifikasi dan validasi ke desa-desa. Saya yakin jumlahnya tidak sampai 10 ribu,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga telah menghadirkan Sekolah Rakyat 55 Kotim bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, serta tengah mengusulkan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk masyarakat desil 3 hingga 7. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter kepada siswa, terutama dalam membiasakan salat lima waktu dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Jangan hanya membentuk anak pintar, tetapi juga berakhlak. Biasakan anak-anak salat lima waktu dan peduli kebersihan. Kalau melihat sampah berserakan, tangannya harus gatal untuk segera membuang ke tempat sampah,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard