Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

UMKM Kotim Didorong Go Digital, DKUKMPP Gandeng Ojek Online

Redaksi 18-05-2026, 01:57 WIB 2 menit baca
Plt DKUKMPP Kotim, Muslih ketika menghadiri pembukaan Kalteng Expo 2026 di Palangka Raya. (FOTO: ISTIMEWA)
Plt DKUKMPP Kotim, Muslih ketika menghadiri pembukaan Kalteng Expo 2026 di Palangka Raya. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mendorong pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini beralih ke platform online.

Plt Kepala DKUKMPP Kotim, Muslih mengatakan pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan perusahaan ojek online untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk secara digital.

“kami ingin UMKM ini mengikuti perkembangan teknologi. Mau tidak mau, UMKM harus mulai diarahkan ke bisnis online. Nanti kami akan melibatkan kawan-kawan ojek online untuk bermitra bersama-sama, mendekatkan pedagang UMKM dengan masyarakat,” kata Muslih, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah penting agar UMKM lokal tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Ia mencontohkan salah satu usaha kuliner di Kotim yang dinilai berhasil memanfaatkan sistem penjualan online dan bisa menjadi model bagi pelaku usaha lainnya.

“Nah ini menjadi percontohan buat kita. Pola seperti itu harus mulai diikuti, karena sekarang bagaimana caranya mendekatkan pembeli dengan pedagang,” ujarnya.

Selain digitalisasi, DKUKMPP juga terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat membantu perputaran ekonomi pelaku UMKM, meski saat ini pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran.

Muslih mengakui, berkurangnya kegiatan bazar UMKM dalam beberapa tahun terakhir salah satunya dipengaruhi efisiensi anggaran pemerintah. Namun kondisi tersebut dinilai bukan menjadi hambatan utama.

“Kalau berharap dengan dana pemerintah saat ini memang tidak bisa lagi. Tapi ini bukan kendala, melainkan tantangan bagi kami untuk mencari upaya lain agar UMKM tetap tumbuh,” ungkapnya.

Sebagai solusi, pihaknya mulai menggandeng pihak ketiga untuk mendukung menghadirkan event-event skala kecil yang melibatkan UMKM.

Muslih menilai kegiatan bazar masih menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan transaksi dan menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil.

“Dengan adanya bazar, perputaran uang meningkat. Pengunjung lebih mudah datang dan berkumpul di satu titik. Itu salah satu formula paling pas agar UMKM bisa hidup,” tegasnya.

Di sisi lain, terkait dampak kenaikan BBM terhadap pelaku usaha kecil di Kotim, Muslih menyebut hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke dinasnya (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard