seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Aktivitas Belajar Terganggu, Enam Sekolah Terapkan Belajar dari Rumah

by Redaksi - Tanggal 19-05-2026,   jam 04:57:51
Salah satu desa di wilayah Kotim kembali terendam banjir. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberlakukan sistem Belajar dari Rumah (BDR) bagi sejumlah sekolah yang terdampak banjir di Kecamatan Mentaya Hulu.

Kebijakan tersebut diambil menyusul tingginya debit air yang menggenangi halaman hingga lantai sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka tidak memungkinkan dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia mengatakan, sementara ini terdapat enam sekolah di tiga wilayah Kecamatan Mentaya Hulu yang terdampak banjir.

“Untuk sementara ada enam sekolah di tiga wilayah di Kecamatan Mentaya Hulu dan informasinya dari kepala sekolah tidak bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka,” kata Yolanda, Senin (19/5/2026).

Ia menegaskan, siswa tetap mengikuti proses belajar meski dilakukan dari rumah.

“Mereka belajar dari rumah karena keadaan tidak memungkinkan oleh debit air yang tinggi,” ujarnya.

Adapun sekolah yang terdampak banjir yakni SDN 3 Tanjung Kariangau, SDN 2 Tanjung Kariangau, SDN 1 Bawan, SDN 3 Kuala Kuayan, SDN 1 Tanjung Jariangau, dan SDN 2 Kuala Kuayan.

Yolanda menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan setiap sekolah untuk menyesuaikan sistem pembelajaran dengan kondisi di lapangan tanpa harus menunggu surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan.

“Surat edaran memang belum ada, tapi tiap sekolah bisa melihat kondisi situasi di sekolah mereka masing-masing untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah apabila tidak memungkinkan. Bukan libur, tapi belajar dari rumah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam membenarkan kondisi banjir yang masih terjadi di wilayah tersebut.

“Betul. Kemarin informasi ini sudah kami teruskan ke Dinas Pendidikan dan untuk proses pembelajaran akan disesuaikan dengan kondisi lapangan,” katanya.

Menurut Multazam, ketinggian air saat ini berkisar antara 34 sentimeter hingga 89 sentimeter dari permukaan jalan. Bahkan air dilaporkan mencapai sekitar 9 sentimeter dari lantai rumah warga.

“Kenaikan air sekitar 4 sentimeter dari hari kemarin,” ujarnya.

Hingga kini, kondisi banjir di Kecamatan Mentaya Hulu dilaporkan masih belum surut. (f1/sb)