Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Harap Dana Pokir DPRD untuk Pembenahan Drainase Kota

Redaksi 21-05-2026, 11:08 WIB 2 menit baca
Wakil Bupati Kotim, Irawati
Wakil Bupati Kotim, Irawati

SB, SAMPIT - Banjir yang berulang di sejumlah titik di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sepanjang April hingga Mei 2026, genangan air beberapa kali merendam ruas jalan dan kawasan permukiman saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kota.

Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengakui penanganan banjir belum bisa dilakukan secara maksimal karena keterbatasan anggaran daerah di tengah kebijakan efisiensi. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menjadikan pembenahan drainase sebagai prioritas utama.

“Yang paling utama saat ini adalah penanganan drainase di wilayah kota terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Irawati, pembangunan jalan lingkungan maupun gang yang selama ini banyak dibantu melalui program pemerintah dan pokok pikiran (pokir) anggota dewan akan kurang efektif apabila sistem drainase di sekitarnya tidak berfungsi dengan baik. Kondisi itu menyebabkan jalan yang telah diperbaiki kembali rusak akibat terendam air saat hujan turun.

“Selama ini anggota dewan banyak membantu perbaikan gang-gang. Tetapi kalau drainasenya tidak lancar, tetap terendam dan akhirnya jalan yang sudah dibangun juga cepat rusak,” katanya.

Karena itu, ia berharap anggota DPRD kabupaten maupun provinsi dapat mengalokasikan program pokir untuk mendukung pembangunan dan pembenahan drainase di kawasan perkotaan.

Untuk penanganan jangka panjang, Irawati menginginkan pembangunan drainase berskala besar seperti yang telah diterapkan di ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan MT Haryono. Menurutnya, sistem drainase tersebut dinilai lebih mampu menampung dan mengalirkan debit air saat hujan deras.

“Kalau saya inginnya dibuat drainase seperti di Jalan Ahmad Yani dan Jalan MT Haryono. Kalau tidak seperti itu, banjir akan terus berulang,” ucapnya.

Meski membutuhkan anggaran besar, ia optimistis penanganan banjir dapat dipercepat apabila mendapat dukungan dari legislatif melalui program pokir.

“Tentu membutuhkan anggaran besar. Mudah-mudahan anggota dewan bisa membantu melalui pokir yang mereka miliki,” tuturnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Irawati juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai saluran air yang tersumbat sampah menjadi salah satu penyebab utama genangan air saat hujan.

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menyebabkan saluran air tersumbat sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard