Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Kerahkan Mobil Pump Atasi Banjir

Redaksi 22-05-2026, 09:42 WIB 2 menit baca
Petugas ketika melakukan penyedotan terhadap genangan air yang menyebabkan akses lalu lintas terganggu. (FOTO:ISTIMEWA)
Petugas ketika melakukan penyedotan terhadap genangan air yang menyebabkan akses lalu lintas terganggu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya menangani banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kota Sampit. Salah satu langkah darurat yang dilakukan yakni mengerahkan mobil pump milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II Palangka Raya untuk menyedot genangan air dari drainase yang tersumbat.

Pengoperasian mobil pump mulai dilakukan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (22/5/2026). Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim melakukan penyedotan air dari drainase di depan Kantor Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kotim yang mengalami kebuntuan.

Dalam prosesnya, air dari drainase dialirkan menuju saluran di seberang jalan menggunakan selang berukuran besar yang dipasang melintang di badan jalan. Arus lalu lintas di lokasi pun diberlakukan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan kendaraan.

Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang meninjau langsung kegiatan tersebut mengatakan penggunaan mobil pump merupakan langkah penanganan jangka pendek guna mengurangi genangan banjir di sejumlah titik rawan.

“Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, untuk saat ini penanganan banjir masih dilakukan jangka pendek dulu. Salah satunya dengan meminjam mobil pump dari BWS Kalimantan II di Palangka Raya,” ujarnya.

Menurut Irawati, alat tersebut memiliki kemampuan menyedot air hingga sekitar 250 liter per detik sehingga cukup efektif membantu mempercepat pengurangan genangan akibat drainase yang tersumbat.

“Kecepatan sedot alat ini sekitar 250 liter per detik. Hari ini dilaksanakan di Jalan Jenderal Sudirman kawasan perkantoran, selanjutnya juga akan dilakukan di sejumlah kawasan permukiman di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang,” katanya.

Ia berharap pengerahan mobil pump dapat memperlancar aliran air menuju Sungai Mentaya sehingga genangan di kawasan perkotaan bisa segera surut.

“Saya juga meminta dukungan masyarakat jika nantinya mobil ini masuk ke kawasan permukiman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan mobil pump digunakan sebagai langkah penanganan darurat untuk mengatasi banjir maupun genangan di wilayah dataran rendah.

“Selama ada ruang untuk membuang air yang disedot, alat ini bisa maksimal untuk penanganan jangka pendek,” jelasnya.

Mobil pump yang dipinjam selama tiga hari tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menangani sejumlah titik banjir di Kota Sampit.

“Untuk penanganan di Jalan Jenderal Sudirman, proses penyedotan air dari drainase yang buntu memakan waktu sekitar dua jam,” ungkap Multazam.

Selain pengerahan mobil pump, Pemkab Kotim juga terus melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik di Kota Sampit. Hingga kini alat berat masih dioperasikan untuk mengatasi pendangkalan dan penyumbatan drainase yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir sulit surut. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard