RSUD dr Murjani Luncurkan Si Penyang, Pantau Resiko Kehamilan
SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dan bayi. Dalam waktu dekat, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu akan meluncurkan Command Center Si Penyang (Sistem Informasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Bayi) yang terintegrasi dengan puskesmas.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan inovasi tersebut merupakan upaya memperkuat sistem pemantauan kesehatan ibu hamil guna menekan angka kematian ibu dan bayi di Kotim.
"Melalui sistem ini, data pemeriksaan ibu hamil yang diinput petugas kesehatan di puskesmas akan langsung terbaca secara real time di RSUD dr Murjani. Informasi tersebut menjadi bahan analisis untuk mendeteksi potensi risiko sejak dini," ujar Yulia, pada Senin (8/6/2026).
Menurutnya, RSUD dr Murjani akan berperan sebagai pusat kendali (command center) yang terhubung dengan seluruh puskesmas dalam mendukung program penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Dengan sistem tersebut, kondisi pasien yang akan dirujuk dapat dipantau lebih awal sehingga rumah sakit dapat mempersiapkan langkah penanganan sebelum pasien tiba.
"Jadi sebelum pasien dirujuk ke Murjani, kondisi mereka sudah bisa kami pantau. Saat tiba di rumah sakit, kami sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan," katanya.
Yulia menjelaskan, Si Penyang akan menampilkan perkembangan kondisi ibu hamil berdasarkan hasil pemeriksaan Antenatal Care (ANC). Setiap data akan dilengkapi indikator warna, mulai dari hijau, kuning hingga merah, yang menunjukkan tingkat risiko kehamilan.
Apabila ditemukan ibu hamil dengan risiko tinggi atau berpotensi mengalami kegawatdaruratan, sistem akan secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada tim medis di RSUD dr Murjani. Dengan begitu, persiapan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
"Jangan sampai kami menerima pasien rujukan di IGD dalam kondisi yang sudah berat, baik ibunya maupun bayinya. Dengan sistem ini kami berharap semua bisa diprediksi sejak awal sehingga penanganan menjadi lebih cepat dan tepat," tegasnya.
Ia menambahkan, selama ini data kesehatan ibu hamil sebenarnya sudah tersedia di puskesmas melalui pemeriksaan rutin. Namun, melalui Si Penyang, data tersebut akan terhubung langsung dengan rumah sakit sehingga koordinasi antar fasilitas kesehatan dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, RSUD dr Murjani juga akan memiliki dashboard pemantauan yang menampilkan lokasi puskesmas dengan ibu hamil berisiko tinggi. Informasi tersebut akan membantu tenaga kesehatan melakukan langkah antisipasi lebih dini terhadap kemungkinan komplikasi kehamilan.
Program Si Penyang dijadwalkan diluncurkan pada pertengahan Juni 2026. Pada tahap awal, implementasi akan dilakukan di Puskesmas Baamang 2 dan Puskesmas Sebabi sebagai proyek percontohan (pilot project).
"Kedua puskesmas ini dipilih karena mewakili wilayah perkotaan dan luar kota. Setelah dilakukan evaluasi, sistem akan diterapkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Timur," pungkas Yulia (f1/sb)