Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Perusahaan di Kotim Diajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan

Redaksi 09-06-2026, 05:41 WIB 3 menit baca
Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 bersama perusahaan skala menengah dan besar Kotim. FOTO: ABU/SB
Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 bersama perusahaan skala menengah dan besar Kotim. FOTO: ABU/SB

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh perusahaan skala menengah dan besar untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).

Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Rafiq Siswandi, saat membuka kegiatan Ngibar (Ngisi Bareng) Sensus Ekonomi 2026 bersama perusahaan skala menengah dan besar di Sampit, Selasa (9/6/2026).

Rafiq menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan perwakilan perusahaan yang hadir serta menunjukkan komitmen untuk mendukung agenda nasional tersebut.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan perwakilan perusahaan yang telah meluangkan waktu berharga di tengah kesibukan operasional yang padat untuk hadir dan berkomitmen menyukseskan agenda nasional ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Melalui SE2026, pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurut Rafiq, data yang dihasilkan dari sensus tersebut menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

"Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang akurat. Bagi pemerintah daerah, data ini sangat penting untuk menyusun perencanaan pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi daerah secara lebih tepat," katanya.

Ia menambahkan, manfaat sensus ekonomi tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga dunia usaha. Hasil sensus dapat dimanfaatkan perusahaan untuk menganalisis pasar, melihat peluang usaha, hingga menyusun strategi pengembangan bisnis yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

Rafiq menilai perusahaan skala menengah dan besar memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Selama ini, struktur ekonomi Kotim ditopang oleh sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan seperti crude palm oil (CPO) dan turunannya, serta sektor perdagangan.

"Perusahaan skala besar dan menengah adalah pilar utama roda penggerak sekaligus jangkar ekonomi daerah. Karena itu, akurasi data yang diberikan akan sangat menentukan wajah ekonomi Kotawaringin Timur di tingkat nasional," tegasnya.

Untuk mempermudah proses pendataan, Pemkab Kotim bersama BPS menginisiasi kegiatan Ngibar sebagai wadah pengisian kuesioner sensus secara langsung dengan pendampingan petugas BPS.

"Saya meminta dan mengimbau agar pengisian kuesioner SE2026 secara online ini dapat diselesaikan dengan baik, lengkap dan tuntas pada hari ini. Manfaatkan keberadaan petugas dan pendamping BPS untuk berkonsultasi apabila ada kendala teknis," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kerahasiaan data perusahaan yang menjadi responden sensus dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

"BPS wajib menjaga kerahasiaan data yang disampaikan oleh responden. Jadi jangan ragu untuk menyampaikan data yang dibutuhkan dalam sensus ekonomi ini," katanya.

Rafiq menyebut SE2026 menjadi momentum penting untuk memetakan perkembangan ekonomi yang terus berubah dalam satu dekade terakhir. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan arah pembangunan ekonomi ke depan.

Sementara itu, BPS telah memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sejak Mei 2026 dengan mendata seluruh pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga usaha mikro. Pendataan tersebut bertujuan menghasilkan potret perekonomian Indonesia yang lebih lengkap, akurat, dan mutakhir.

Di akhir kegiatan, Rafiq secara resmi membuka Ngibar Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Kotawaringin Timur serta mengajak seluruh perusahaan untuk berkontribusi menyediakan data berkualitas demi mendukung pembangunan daerah dan nasional. (f1/sb) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard