Pemkab Kotim Pastikan Ekonomi Tetap Stabil Meski Dolar Menguat dan Harga Plastik Naik
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan kondisi perekonomian daerah masih tetap stabil di tengah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga sejumlah bahan baku industri, termasuk plastik.
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Rafiq Siswandi, mengatakan penguatan dolar memang menjadi perhatian para pelaku usaha. Namun, dampaknya terhadap perekonomian saat ini dinilai tidak sebesar pada periode-periode sebelumnya.
"Bedanya antara sekarang dan dulu, ekonomi kita Indonesia lebih kuat. Dengan adanya kenaikan dolar tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap gejolak ekonomi kita seperti dulu," kata Rafiq, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, fondasi ekonomi nasional maupun daerah saat ini relatif lebih tangguh. Baik perusahaan maupun masyarakat dinilai telah mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan kondisi ekonomi global.
"Artinya akar-akar ekonomi kita, semua aktivitas ekonomi, usaha-usaha yang bergerak baik di perusahaan maupun masyarakat, sudah mampu beradaptasi dan menyesuaikan dengan keadaan walaupun dolar cukup naik," ujarnya.
Rafiq optimistis perekonomian Kotim tetap bergerak positif meski laju pertumbuhannya kemungkinan tidak terlalu tinggi. Sektor perkebunan, industri pengolahan, dan perdagangan masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah.
Selain penguatan dolar, kenaikan harga plastik juga menjadi perhatian pelaku usaha. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari dinamika perdagangan global hingga gangguan rantai pasok akibat ketidakstabilan geopolitik di sejumlah kawasan dunia.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima laporan terkait dampak serius yang mengganggu aktivitas usaha di Kotim.
"Sementara belum ada laporan dari pelaku usaha. Memang kaitannya dengan harga plastik ini tidak hanya terjadi di Kotim, tetapi juga dirasakan di berbagai daerah di Indonesia," jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Pemkab Kotim terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat melalui berbagai survei lapangan.
"Pemerintah daerah tugasnya bagaimana semua ini bisa terkendali. Stabilitas ekonomi terkendali, harga juga terkendali dan stok barang untuk masyarakat tetap tersedia," katanya.
Ia menambahkan, menjaga daya beli masyarakat menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
"Daya beli masyarakat harus tetap terjaga sehingga aktivitas ekonomi masyarakat juga terus berjalan dengan baik," tegas Rafiq.
Di sisi lain, sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 tercatat tetap berada di atas lima persen, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan aktivitas industri pengolahan yang masih kuat.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi daerah penghasil komoditas seperti Kotim untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi serta menjaga iklim usaha yang sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global. (f1/sb)