Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Drainase Ujung Bandara H Asan Jadi Prioritas, Pemkab Kotim Antisipasi Genangan di Runway

Redaksi 10-06-2026, 09:50 WIB 3 menit baca
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor saat meninjau langsung draniase di Jalan Tjilik Riwut. FOTO:ABU/SB
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor saat meninjau langsung draniase di Jalan Tjilik Riwut. FOTO:ABU/SB

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memprioritaskan penanganan sistem drainase di kawasan ujung Bandara H Asan Sampit guna mencegah genangan air yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan, terutama saat hujan deras dan pasang air.

Bupati Kotim, Halikinnor, turun langsung meninjau kondisi saluran drainase di sekitar Jalan Tjilik Riwut yang berada di kawasan ujung bandara. Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai perlu dilakukan perbaikan dan normalisasi saluran agar aliran air dari wilayah barat tidak lagi mengarah ke area landasan pacu (runway).

"Hari ini kita meninjau untuk perbaikan drainase khususnya di ujung bandara ini. Karena selama ini banyak air dari daerah barat mengalir melewati kawasan bandara. Sehingga saat pasang dan hujan lebat, ada bagian runway yang tergenang," ujar Halikinnor, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani mengingat aktivitas penerbangan di Bandara H Asan semakin meningkat. Genangan air di sekitar landasan pacu dinilai berpotensi mengganggu kelancaran operasional dan aspek keselamatan penerbangan.

Untuk itu, Halikinnor menginstruksikan dinas teknis terkait agar segera melakukan pembersihan saluran dan menata kembali sistem pembuangan air di kawasan tersebut.

"Nanti kita perintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk membersihkan dan membuat saluran ini. Saat ini kondisi masih pasang. Setelah dibersihkan, kita lihat ke mana arah pembuangannya supaya air tidak mengarah ke runway," katanya.

Ia menjelaskan, penataan drainase tidak hanya bertujuan melindungi area bandara dari genangan, tetapi juga membantu mengurangi potensi banjir di kawasan sekitarnya. Pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis untuk menentukan jalur pembuangan air yang paling efektif.

"Nanti dilihat oleh PU secara teknis ke mana air itu harus diarahkan. Supaya di sini lancar, tidak ada genangan, dan terutama runway bandara tidak tergenang," tegasnya.

Salah satu alternatif yang akan dikaji adalah mengalihkan aliran air ke saluran di sisi kanan kawasan bandara. Namun, keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan teknis dari tim Dinas Pekerjaan Umum.

"Melihat kondisi sepanjang ini, kemungkinan nanti belok ke sebelah kanan untuk arah pembuangan. Tapi nanti dilihat dulu oleh PU teknisnya," ucap Halikinnor.

Perhatian terhadap sistem drainase di Bandara H Asan dinilai semakin penting seiring meningkatnya peran bandara tersebut sebagai pintu gerbang transportasi udara utama di Kabupaten Kotawaringin Timur. Bandara yang dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II H Asan itu melayani sejumlah rute domestik dan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat ini Bandara H Asan memiliki landasan pacu sepanjang 2.060 meter dan terus didorong pengembangannya guna meningkatkan kualitas pelayanan penerbangan. Pemerintah daerah juga berkomitmen mendukung peningkatan fasilitas pendukung, termasuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal.

"Pesawat sekarang sudah mulai rutin mendarat. Kalau ada genangan air tentu menjadi kendala. Harapan kita, hujan bagaimanapun juga, runway tetap tidak tergenang," kata Halikinnor.

Ia menegaskan bahwa normalisasi drainase merupakan langkah preventif yang perlu dilakukan sejak dini agar tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar di masa mendatang. Dengan sistem saluran yang lancar dan jalur pembuangan air yang tertata, kawasan Bandara H Asan diharapkan mampu mengantisipasi limpasan air saat musim hujan maupun ketika terjadi pasang.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan operasional penerbangan sekaligus mendukung pengembangan Bandara H Asan sebagai salah satu infrastruktur vital penunjang pertumbuhan ekonomi di Kotim. (f1/sb) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard