Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Bandara H Asan Sampit Matangkan Persiapan Sambut Penerbangan Perdana Super Air Jet

Redaksi 10-06-2026, 06:40 WIB 3 menit baca
Kepala Bandara H Asan Sampit, Abdul Haris.
Kepala Bandara H Asan Sampit, Abdul Haris.

SB, SAMPIT - Menjelang penerbangan perdana maskapai Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026, pengelola bandara bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan operasional penerbangan berlangsung aman dan lancar.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian utama adalah normalisasi saluran drainase di sekitar kawasan bandara untuk mengantisipasi potensi genangan air saat hujan deras maupun saat debit air meningkat akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kepala Bandara H Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar aliran air dari wilayah sekitar tidak masuk dan menggenangi area bandara.

"Jadi kita mencegah saja adanya genangan air di bandara. Kami berkoordinasi dengan teman-teman pemerintah daerah untuk membantu terkait pengairan yang mengarah ke bandara. Harapannya kalau ini sudah lancar, semua aliran air tidak masuk ke kawasan bandara," ujar Haris, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, genangan air memang pernah terjadi di kawasan bandara. Namun kondisi tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan karena air dapat surut dalam waktu singkat.

"Pernah ada genangan, tetapi cepat surut. Tidak sampai menghambat operasional penerbangan. Namun kalau bisa dicegah tentu lebih baik sehingga tidak ada genangan sama sekali, walaupun hanya sebentar," katanya.

Haris menegaskan bahwa keberadaan air di sekitar area operasional tetap harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Kalau dari sisi keamanan dan keselamatan memang harus diperhatikan. Makanya kita sebisa mungkin tidak memberi peluang adanya kondisi yang bisa mengganggu operasional," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Kotim yang segera melakukan penanganan setelah menerima laporan terkait kondisi saluran air di sekitar bandara.

"Alhamdulillah segera direspons oleh pemerintah daerah. Ini memang lebih kepada tindakan antisipasi karena cuaca sekarang tidak menentu. Kadang hujan deras datang tiba-tiba," ujarnya.

Selain pembenahan drainase, pihak bandara juga terus menyelesaikan berbagai persiapan teknis menjelang kedatangan perdana Super Air Jet yang akan melayani rute langsung Sampit–Jakarta.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak Super Air Jet. Langkah-langkah teknis yang diperlukan terus kami siapkan sehingga pesawat dapat melakukan take off dan landing dengan aman," kata Haris.

Menurutnya, koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus dilakukan hingga hari pelaksanaan penerbangan perdana.

"Kita terus berkoordinasi sampai hari H. Semoga semuanya berjalan lancar seperti yang kita harapkan," tambahnya.

Terkait tingkat antusiasme masyarakat terhadap rute baru tersebut, Haris mengaku belum menerima data terbaru mengenai jumlah penumpang karena informasi tersebut berada di pihak maskapai.

"Kalau terkait jumlah penumpang kami belum update karena itu biasanya berada di bagian pemasaran maskapai. Kami lebih fokus pada kesiapan teknis operasional di bandara," ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh fasilitas dan layanan Bandara H Asan Sampit telah siap mendukung operasional penerbangan baru tersebut.

Haris juga optimistis jadwal penerbangan perdana Super Air Jet yang sebelumnya sempat mengalami penyesuaian dapat terlaksana sesuai rencana.

"Insya Allah fix tanggal 12. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar semuanya berjalan lancar," ucapnya.

Diketahui, Super Air Jet akan melayani penerbangan langsung rute Sampit–Jakarta setiap hari melalui Bandara H Asan Sampit. Kehadiran maskapai tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas transportasi udara di wilayah Kalimantan Tengah bagian timur, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, perkebunan, dan pariwisata di Kabupaten Kotim dan sekitarnya (f1/sb) 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard