Super Air Jet Mendarat Perdana 12 Juni, Kotim Matangkan Kesiapan Bandara H Asan Sampit
SB, SAMPIT- Penerbangan perdana maskapai Super Air Jet menuju Bandara H Asan Sampit dipastikan kembali dijadwalkan pada 12 Juni 2026 setelah sebelumnya sempat tertunda akibat faktor cuaca. Kehadiran maskapai baru ini diharapkan memperkuat konektivitas udara di wilayah timur Kalimantan Tengah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Seruyan, dan Katingan.
Menjelang operasional perdana tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim bersama pihak terkait terus mematangkan berbagai persiapan. Salah satu fokus utama adalah pembenahan sistem drainase di kawasan bandara guna mengantisipasi genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan saat cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, memastikan bahwa jadwal pendaratan perdana Super Air Jet tetap sesuai rencana.
"Insya Allah tetap sesuai jadwal awal, tanggal 12 Juni ini adalah pendaratan perdana Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Raihansyah, pengalaman penundaan sebelumnya menjadi evaluasi penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapan, terutama dalam mengatasi persoalan genangan air di sekitar kawasan bandara.
"Kami menyiapkan salah satunya saluran air agar lebih lancar sehingga pada saat nanti tidak berkaitan dengan cuaca ini tidak akan menjadi kendala lagi," katanya.
Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan pembersihan dan normalisasi sejumlah saluran drainase di sekitar Bandara H Asan.
Selain itu, aliran air yang selama ini bermuara ke kawasan bandara juga akan ditata ulang agar tidak menyebabkan genangan saat hujan turun bersamaan dengan pasangnya Sungai Mentaya.
Selain pembenahan infrastruktur pendukung, Dishub Kotim juga terus berkoordinasi dengan pengelola bandara dan pihak ground handling untuk memastikan seluruh kebutuhan operasional penerbangan perdana berjalan optimal.
"Kami juga koordinasi dengan ground handling terkait kesiapan personel dan seluruh kebutuhan operasional lainnya," ujarnya.
Raihansyah menilai kehadiran Super Air Jet akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat di wilayah timur Kalimantan Tengah. Selama ini, warga Seruyan dan Katingan juga banyak memanfaatkan Bandara H Asan Sampit sebagai akses utama menuju berbagai kota besar di Indonesia.
"Kalau Katingan dan Seruyan ini sebagian wilayahnya, termasuk kawasan perkebunannya, cukup dekat dan terhubung dengan Kotim. Rata-rata masyarakatnya banyak menggunakan Bandara H Asan Sampit untuk bepergian," katanya.
Ia mengakui, keterbatasan jumlah penerbangan selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat karena minimnya pilihan jadwal.
Pemkab Kotim juga berencana memperkuat sinergi dengan Kabupaten Seruyan dan Katingan untuk memaksimalkan manfaat kehadiran maskapai baru tersebut, terutama dalam mendukung sektor ekonomi, perkebunan, dan pariwisata.
"Kita berharap bisa bersinergi dengan dua kabupaten ini. Mereka juga memiliki potensi perkebunan dan pariwisata yang cukup besar. Dengan adanya penerbangan yang lebih baik, tentu akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan," jelasnya.
Raihansyah juga melihat peluang pengembangan wisata antardaerah melalui akses transportasi udara yang semakin mudah. Potensi wisata pantai di Seruyan dan berbagai destinasi lain di wilayah sekitar dinilai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang melalui Sampit.
"Kita berharap ke depan sektor wisata juga bisa berkembang. Seruyan memiliki wisata pantai yang sangat bagus dan perlu dikembangkan. Dengan akses transportasi yang lebih baik, tentu peluang kunjungan wisatawan akan semakin besar," katanya.
Menjelang penerbangan perdana, Dishub Kotim terus memantau perkembangan cuaca melalui koordinasi dengan BMKG. Berdasarkan informasi sementara, kondisi cuaca pada jadwal penerbangan diperkirakan berada dalam kategori aman.
"Kita berdoa mudah-mudahan cuacanya bagus dan tidak ada lagi kendala seperti sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, minat masyarakat terhadap penerbangan Super Air Jet mulai menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang diterima Dishub dari pihak Lion Group, jumlah pemesanan tiket terus bertambah menjelang hari keberangkatan.
"Update terakhir dari pihak Lion Group, penumpang dari Jakarta menuju Sampit sudah sekitar 60 orang, sedangkan dari Sampit ke Jakarta sekitar 50 orang. Mudah-mudahan terus bertambah sampai hari keberangkatan," kata Raihansyah.
Dengan bertambahnya maskapai yang melayani penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Pemerintah Kabupaten Kotim optimistis konektivitas wilayah akan semakin kuat. Kehadiran Super Air Jet diharapkan menjadi penghubung strategis yang tidak hanya melayani masyarakat Kotim, tetapi juga warga Seruyan dan Katingan yang selama ini bergantung pada akses penerbangan melalui Sampit. (f1/sb)