Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Tekan Inflasi, Pemkab Kotim Gandeng Brebes Jaga Pasokan Cabai dan Bawang Merah

Redaksi 11-06-2026, 08:15 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau kegiatan Bazar UMKM. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau kegiatan Bazar UMKM. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengendalikan inflasi daerah menyusul tingginya harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit dan bawang merah, dalam beberapa waktu terakhir.

Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), terjadi peningkatan inflasi yang salah satunya dipicu oleh kelangkaan serta kenaikan harga beberapa bahan pangan pokok.

“Berdasarkan hasil TPID ada sedikit peningkatan inflasi di Kotim, salah satunya dipicu oleh kelangkaan dan naiknya harga komoditas seperti bawang merah dan cabai rawit,” ujar Halikinnor, Kamis (11/6/2026).

Sebagai upaya menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan, Pemkab Kotim menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia serta penghasil cabai.

Menurut Halikinnor, kerja sama antar daerah tersebut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sehingga pasokan bawang merah dan cabai dapat langsung dikirim ke Sampit.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Saya juga memerintahkan BUMD kita untuk menjalin kerja sama dengan BUMD di Brebes,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, pasokan komoditas strategis diharapkan lebih terjamin sehingga dapat mengurangi risiko kelangkaan yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.

“Harapannya bawang merah dan cabai dari sana bisa langsung dikirim ke Sampit, sehingga harga komoditas tersebut bisa lebih terkendali,” tegasnya.

Ia menambahkan, stabilitas pasokan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi.

Pemerintah daerah optimistis sinergi dengan daerah penghasil komoditas pangan dapat menjadi solusi efektif untuk menjaga ketersediaan barang dan menciptakan stabilitas harga bagi masyarakat Kotawaringin Timur (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard