Amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dibacakan oleh Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra, pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Selasa (1/7/2026). FOTO: BAYU/SB
SB, NANGA BULIK– Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Lamandau menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dibacakan oleh Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra, pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Selasa (1/7/2026).
Hadir dalam upacara tersebut Bupati Lamandau Rizky Aditya putra, Wakil Bupati Abdullah Hamid, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, Dandim 1017 Lamandau Letkol Arm Ady Kurniawan, Sekda Lamandau Irwansyah dan Tokoh masyarakat, tokoh agama.
Dalam amanatnya, Presiden mengangkat tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", yang bermakna bahwa seluruh perjalanan pengabdian Polri bermuara pada satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui tugas melindungi, mengayomi, dan melayani.
Presiden menegaskan, pengabdian tersebut hanya dapat terwujud apabila Polri mampu menunjukkan kesigapan, ketegasan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pokoknya. Pelayanan yang responsif dan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat menjadi fokus utama yang harus terus diwujudkan.
"Apabila masyarakat benar-benar merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan undang-undang," demikian isi amanat Presiden yang dibacakan Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra.
Presiden juga menyoroti kontribusi Polri dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah. Di antaranya melalui pembangunan 1.179 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 1.500 unit untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta optimalisasi lahan jagung seluas 651.196 hektare yang berhasil meningkatkan produksi jagung nasional sebesar 9 persen atau setara 1,36 juta ton.
Selain itu, Polri dinilai berperan aktif dalam pemberantasan berbagai kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat, seperti tindak pidana narkoba, penyelundupan, dan judi online. Di sektor kesejahteraan, Polri juga telah meresmikan 10.905 unit rumah dari rencana pembangunan 15.923 unit bagi personel dan masyarakat.
Dalam amanat tersebut, Presiden turut menegaskan pentingnya peran Polri menjaga stabilitas keamanan nasional guna mendukung investasi, hilirisasi industri, serta pengamanan proyek-proyek strategis nasional.
Presiden juga menyinggung disahkannya Undang-Undang Polri yang baru sebagai sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar bagi institusi kepolisian. Menurutnya, regulasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara dan masyarakat agar Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik.
"Kepercayaan ini adalah modal paling berharga yang harus dijaga dengan kinerja nyata, bukan retorika semata," tegas Presiden dalam amanatnya.
Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Presiden berharap seluruh jajaran Polri semakin memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara dengan mengedepankan pelayanan yang humanis, profesional, serta mampu menjawab harapan masyarakat di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.(BY/SB)