Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Ketua DPRD Palangka Raya Desak PLN Buka-bukaan Soal Pemadaman Listrik Bergilir

Redaksi 03-07-2026, 10:23 WIB 1 menit baca
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi

SB, PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mendesak PT PLN memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait pemadaman listrik yang belakangan kerap terjadi di Kota Palangka Raya. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui penyebab gangguan, langkah penanganan yang dilakukan, hingga estimasi normalisasi pasokan listrik.

"Belakangan ini terjadi pemadaman listrik. Kami sebagai lembaga DPRD mengimbau dan memohon kepada pihak PLN agar dapat menyampaikan serta menjelaskan secara konkret apa yang menjadi persoalan sehingga terjadi pemadaman, agar masyarakat mengetahui," kata Subandi.

Subandi menilai, informasi yang selama ini disampaikan PLN masih bersifat umum dan hanya menyebut adanya gangguan teknis. Penjelasan tersebut, menurutnya, belum cukup untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat yang terdampak pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir.

"Tentu harus ada penjelasan yang konkret sehingga masyarakat tidak resah. Karena apabila kondisi ini terus-menerus terjadi tanpa penjelasan yang jelas, masyarakat akan menjadi resah," tegasnya.

Selain meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, Subandi juga mendesak PLN menyampaikan secara terbuka jadwal maupun estimasi berakhirnya pemadaman bergilir. Ia menilai kepastian informasi sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan usaha, pendidikan, dan pelayanan publik yang bergantung pada pasokan listrik.

Menurut Subandi, keterbukaan informasi merupakan bentuk tanggung jawab kepada pelanggan. Dengan komunikasi yang jelas dan transparan, masyarakat akan lebih memahami kondisi yang terjadi sekaligus mengurangi munculnya spekulasi maupun keresahan di tengah gangguan pasokan listrik yang masih berlangsung. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard