Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Halikinnor Minta Koperasi Korpri Kotim Dihidupkan, Bidik Usaha Produktif untuk Sejahterakan ASN

Redaksi 07-07-2026, 12:49 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim Halikinnor saat memberikan sambutan
Bupati Kotim Halikinnor saat memberikan sambutan

SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, kembali mendorong agar Koperasi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim segera diaktifkan kembali. Menurutnya, koperasi harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi sumber peningkatan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN), bukan sekadar mengandalkan iuran anggota.

Halikinnor meminta Sekretaris Daerah (Sekda) selaku pembina Korpri segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali koperasi yang selama ini dinilai belum berjalan optimal. "Sekali lagi saya ingatkan, Pak Sekda sebagai pembina Korpri, coba hidupkan lagi koperasi Korpri kita ini. Jangan Korpri kita hidup segan mati tak mau," tegas Halikinnor, Selasa (7/7/2026).

Ia menilai Koperasi Korpri memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah ASN di Kotim yang mencapai sekitar 9.000 orang, perputaran uang di koperasi bisa mencapai miliaran rupiah setiap bulan apabila seluruh ASN memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui koperasi. "ASN kita sekitar 9.000 orang. Kalau seluruh ASN belanja per orang Rp200 ribu per bulan, itu sudah sekitar Rp1,8 miliar. Kita juga punya tempat di Jalan Ahmad Yani, coba dibuka itu," ujarnya.

Menurut Halikinnor, keuntungan yang diperoleh dari usaha koperasi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi Korpri sekaligus membantu pembiayaan berbagai kegiatan anggotanya.

"Keuntungannya bisa langsung ke kita setiap bulannya, ditabung sehingga bisa membiayai kegiatan Korpri. Kalau ada kegiatan Korpri ke luar daerah bisa menggunakan keuntungan koperasi itu, minimal untuk tambahan uang saku peserta yang berangkat," katanya.

Lebih lanjut, Halikinnor menegaskan bahwa Korpri harus mulai mengembangkan unit usaha yang produktif agar tidak terus bergantung pada iuran anggota. Ia bahkan mendorong koperasi untuk melihat peluang bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit yang dinilai menjanjikan keuntungan cukup besar.

"Contohnya bisa juga kita minta SPK tandan buah segar. Dengan modal pinjam di Bank Kalteng sekitar Rp5 miliar, bisa dapat keuntungan Rp200 sampai Rp300 juta per bulan. Itu bisa untuk meningkatkan kesejahteraan Korpri dan membiayai berbagai kegiatan Korpri," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard