Riska Agustin
SB, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin, menegaskan pentingnya memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap generasi muda menyusul kebijakan pemerintah pusat yang memasukkan persoalan LGBTQ sebagai bagian dari ancaman nonmiliter.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat lebih peduli terhadap pembinaan karakter anak dan remaja.
"Kami mendukung kebijakan pemerintah pusat. Ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih serius memberikan edukasi dan perlindungan kepada generasi muda," ujar Riska, Rabu (8/7/2026).
Ia mengungkapkan, persoalan tersebut juga menjadi salah satu aspirasi yang diterimanya saat melaksanakan reses. Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran terhadap pengaruh yang dinilai semakin mudah masuk ke lingkungan masyarakat, terutama melalui perkembangan teknologi informasi.
"Saat reses, masyarakat menyampaikan keresahan mereka. Artinya, isu ini sudah menjadi perhatian bersama sehingga perlu disikapi dengan langkah yang bijak dan terukur," katanya.
Menurut Riska, perkembangan media sosial membuat anak-anak dan remaja sangat mudah mengakses berbagai informasi tanpa batas. Karena itu, ia menilai peran keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi benteng utama dalam memberikan pendampingan sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
"Pengawasan orang tua, dukungan sekolah, dan kepedulian lingkungan sangat dibutuhkan agar anak-anak mampu menyaring informasi dengan baik serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berdampak negatif bagi masa depan mereka," pungkasnya. (sb/*)