Simulasi semua instansi menangani kebakaran karhutla. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M Ramadhana Rahman, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan tanggung jawab bersama yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya menyusul pelaksanaan Apel Siaga dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla serta Kekeringan yang digelar beberapa waktu lalu. Menurut Ramadhana, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Ia mengapresiasi sinergi yang telah dibangun oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, perusahaan, hingga masyarakat dalam upaya mencegah maupun menangani karhutla di Kotim.
"Kami berharap kesiapsiagaan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan, mulai dari deteksi dini, edukasi masyarakat, hingga respons cepat apabila terjadi kebakaran," kata Ramadhana, Senin (20/7/2026).
Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut, langkah pencegahan menjadi strategi paling efektif untuk mengurangi risiko karhutla. Pasalnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta mengganggu aktivitas ekonomi.
"Yang paling penting adalah mencegah sebelum bencana terjadi, karena dampaknya sangat besar, baik terhadap kesehatan, lingkungan, maupun perekonomian masyarakat," tegasnya.
Ramadhana juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Selain itu, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum meluas.
"Penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu mari kita menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api," pungkasnya. (f1/sb)