Personel TNI Kodim Palangka Raya turun memadamkan kobaran yang membakar lahan di Kampangan. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Personel TNI dari Kodim 1016/Palangka Raya bergerak cepat bersama tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Mahir Mahar, sebelah timur SPBE, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Sabtu (25/7/2026). Upaya cepat dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko karhutla di wilayah tersebut.
Operasi pemadaman melibatkan personel Kodim 1016/Palangka Raya, Manggala Agni Daops I Kalimantan Tengah, BPBD Provinsi Kalteng, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Polres Palangka Raya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kalampangan, TSAK Pinus, serta unsur relawan lainnya. Tim bahu-membahu menggunakan peralatan pemadam darat agar api tidak menjalar ke kawasan yang lebih luas.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Proses pemadaman berlangsung cukup berat karena api telah merambat hingga ke lapisan gambut dengan kedalaman sekitar dua meter. Selain itu, semak belukar yang mengering serta terbatasnya sumber air menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Komandan Kodim 1016/Palangka Raya, Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han., menegaskan seluruh personel Tim Siaga Karhutla TNI selalu dalam kondisi siap siaga untuk merespons setiap laporan titik api di wilayah Palangka Raya.
"Seluruh personel Tim Siaga Karhutla selalu siap diterjunkan kapan saja apabila ditemukan titik api. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat akan terus diperkuat agar penanganan karhutla berjalan efektif," tegas Dandim.
Sementara itu, Serka Defrianto yang terlibat langsung dalam pemadaman mengatakan karakteristik lahan gambut membuat bara api terus menyala di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Meski menghadapi medan yang sulit dan minim sumber air, personel TNI bersama tim gabungan tetap berupaya maksimal memadamkan api sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk terus memadamkan api. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan karena dapat memicu karhutla yang lebih luas," ujar Serka Defrianto. (sb/*)