Para peserta Festival Layang-layang di Kabupaten Lamandau yang digelar, pada Sabtu (8/8/2206). FOTO: BAYU/SB
SB, NANGA BULIK – Festival dan Lomba Layang-Layang “Cinta Lamandau” Tahun 2026 kembali digelar meriah di Alun-Alun Lamandau. Antusiasme masyarakat terhadap olahraga rekreasi tersebut meningkat signifikan, ditandai dengan jumlah peserta yang mencapai 312 orang dari empat kategori perlombaan, pada Sabtu (8/8/2026).
Ketua Panitia Festival dan Lomba Layang-Layang “Cinta Lamandau” 2026, Arvi Riwahyudi, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan sebelumnya.
"Peserta bertambah, jumlahnya 312 dari empat kategori," kata Arvi dalam laporannya.
Empat kategori yang diperlombakan dalam festival tersebut yakni Gapangan Timbang Air, Gapangan Pacu, Layangan Gelasan/Adu, serta Layang Hias Kreatif.
Festival tersebut mengangkat tema “Cinta Lamandau”, yang dinilai memiliki makna kuat dalam upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap daerah dan budaya lokal.
Arvi menjelaskan, kecintaan terhadap daerah tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti menerbangkan layang-layang bersama dapat menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya lokal.
"Dari menerbangkan layangan bersama, kita belajar melepas rindu tetapi tetap terikat. Dari menghias layangan dengan motif-motif tertentu, kita mengangkat kearifan lokal dan belajar mencintai budaya sendiri," ujarnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, Rabu hingga Sabtu, 5–8 Agustus 2026, berlokasi di Alun-Alun Lamandau. Pelaksanaannya merupakan bagian dari program kerja KORMI Kabupaten Lamandau Tahun 2026.
Adapun tujuan kegiatan antara lain menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan daerah Lamandau, menyosialisasikan olahraga rekreasi KORMI kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya, menjadi wadah silaturahmi antarinorga, komunitas dan masyarakat umum, serta mendorong olahraga rekreasi sebagai bagian dari gaya hidup sehat
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Lamandau, Helen Erawati Abdul Hamid, mengatakan festival layang-layang bukan sekadar hiburan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari olahraga masyarakat yang memiliki unsur rekreasi, kreativitas, edukasi sekaligus pelestarian budaya.
Helen menegaskan, penyelenggaraan Festival Layang-Layang II Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen KORMI Lamandau dalam mengembangkan olahraga masyarakat yang inklusif dan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
"Olahraga masyarakat tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup, memperkuat persatuan dan menciptakan harmoni sosial," ujarnya.
Festival tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata daerah. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai kalangan dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Lamandau kepada masyarakat luas.
Dampak ekonomi juga menjadi perhatian. Ramainya festival diharapkan ikut menggerakkan UMKM, kuliner, jasa dan sektor ekonomi kreatif yang turut meramaikan kegiatan.
Helen juga mengajak seluruh peserta menjadikan festival tersebut bukan hanya sebagai arena perebutan juara, tetapi sebagai ruang membangun persaudaraan dan kebersamaan.
"Menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kejujuran dan saling menghormati. Kemenangan sejati bukan hanya diraih melalui keberhasilan menjadi juara, tetapi juga melalui kemampuan menjaga persahabatan, menghormati sesama peserta dan memelihara semangat kebepesannya" pesannya.
Dengan mengusung semangat “Cinta Lamandau”, Festival Layang-Layang II diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus membuka ruang bagi olahraga rekreasi, pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Lamandau. ( BY/SB)