seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kasus ISPA di RSUD Murjani Sampit Naik 100 Persen saat Kemarau

by Redaksi - Tanggal 14-08-2026,   jam 13:15:35
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany

SB, SAMPIT – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RSUD dr Murjani Sampit melonjak selama musim kemarau. Pada Juli 2026, jumlah pasien ISPA tercatat 154 kasus atau naik 100 persen dibandingkan Juni.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, mengatakan sebelumnya kasus ISPA hanya berada di kisaran puluhan.

“Juni ke Juli itu ISPA naik 100 persen di rumah sakit. Dari sebelumnya hanya puluhan kasus, sekarang menjadi 154 kasus,” ujar Yulia, Jumat (14/8/2026).

Meski meningkat saat musim kemarau, Yulia mengatakan belum bisa memastikan seluruh kasus tersebut berkaitan dengan kabut asap akibat karhutla. Menurutnya, penyebab setiap kasus harus dilihat dari diagnosis pasien.

“ISPA itu tidak selalu karena iklim, bisa juga karena tertular infeksi saluran pernapasan dari anggota keluarga atau penyebab lainnya,” jelasnya.

Ia mengakui cuaca kering dan rendahnya kelembapan dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Selain gangguan pernapasan, kulit juga lebih mudah mengalami kekeringan.

“Yang pasti iklim ini memang memengaruhi. Udara kering dan kelembapannya rendah, bukan hanya ISPA, kulit juga ikut menjadi kering,” katanya.

Yulia mengimbau masyarakat memperbanyak minum air putih dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Kalau keluar rumah, gunakan masker, dan kalau bisa jangan memakai masker nonmedis. Gunakan masker medis agar perlindungannya lebih baik,” pungkasnya. (f1/sb)