seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

BNN RI dan GDAN Serukan Perang Total Melawan Narkoba di Kalteng

by Redaksi - Tanggal 20-08-2026,   jam 11:57:44
Kepala BNNK RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan sambutan pada Deklarasi Akbar Perang Terhadap Narkoba. (FOTO: ISTIMEWA) Kepala BNNK RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan sambutan pada Deklarasi Akbar Perang Terhadap Narkoba. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Perang terhadap narkoba di Kalimantan Tengah kembali digaungkan. Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto bersama Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) menggelar Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di kawasan Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).

Deklarasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika yang dinilai semakin membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Suyudi mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah menghibahkan lima kantor untuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK).

Menurutnya, dukungan fasilitas tersebut harus dibarengi dengan kerja sama yang lebih kuat antara BNN, pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh aparat penegak hukum.

“Harapan kita ini bukan sekadar fisik, tetapi bagaimana kita secara sinergis bersama-sama menguatkan lagi, bergandengan tangan menangani dan menindak tegas narkotika serta bandar-bandar narkotika yang ada di wilayah Kalimantan Tengah,” tegas Suyudi.

Ia menilai keberadaan sarana yang memadai akan membantu memperkuat upaya pencegahan maupun penindakan terhadap jaringan narkotika di daerah.

Dalam kesempatan itu, Suyudi juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polda Kalteng yang meninggal dunia saat menjalankan tugas menghadapi ancaman jaringan narkoba.

“Saya sebagai Kepala BNN RI mengucapkan rasa belasungkawa yang setinggi-tingginya atas telah gugurnya tiga anggota Polda Kalimantan Tengah yang berjuang menjaga wilayahnya. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan menjadi pahlawan kusuma bangsa,” ujarnya.

Menurut Suyudi, pengorbanan para anggota kepolisian tersebut menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba bukan perkara ringan. Karena itu, pemberantasan jaringan narkotika harus dilakukan secara bersama-sama dan tanpa memberikan ruang bagi para bandar.

Selain penindakan, BNN juga mendorong penguatan pencegahan melalui edukasi, terutama kepada pelajar, mahasiswa, dan generasi muda.

Setelah menghadiri deklarasi, Suyudi dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada pelajar dan mahasiswa di Palangka Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus membangun daya tangkal sejak dini.

“BNN RI bukan hanya sekadar memberantas, tetapi juga memberikan literasi dalam rangka melakukan pencegahan terhadap narkotika di wilayah Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, serta masyarakat luas, perang terhadap narkoba di Kalteng diharapkan tidak berhenti pada deklarasi, tetapi berlanjut dalam aksi nyata di lapangan. (sb/*)