Kepala BPBD Kotim, Multazam ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2 miliar. Dengan tambahan tersebut, total BTT Kotim kini mencapai Rp7 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan tambahan anggaran tersebut disiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Jadi tadinya Rp5 miliar, sama Bupati di perubahan ditambahkan BTT itu sebagai cadangan. Jadi Rp7 miliar totalnya,” ujar Multazam, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, BTT tidak hanya digunakan untuk karhutla, tetapi juga bisa dialokasikan untuk bencana lain sesuai kebutuhan.
BPBD terus menghitung kebutuhan biaya penanganan setiap hari agar penggunaan anggaran dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kita akan lakukan kalkulasi terus setiap hari, bagaimana memotret pembiayaan,” katanya.
Multazam juga mengatakan pencairan BTT sebelumnya sempat terkendala teknis dan administrasi. Padahal, dalam kondisi darurat, anggaran dibutuhkan dengan cepat.
“Dalam kondisi tanggap darurat sebenarnya pembiayaan itu memang untuk kebutuhan cepat,” tegasnya.
Sementara itu, tingginya aktivitas pemadaman membuat kebutuhan BBM dan perawatan peralatan ikut meningkat. Sejumlah mesin pemadam juga mengalami kerusakan, namun masih bisa diperbaiki melalui workshop BPBD.
“Beberapa kerusakan bisa kita selesaikan dalam dua sampai tiga jam,” ujarnya.
BPBD belum berencana menambah peralatan baru. Saat ini fokus diarahkan pada perawatan dan memaksimalkan peralatan yang sudah tersedia. (f1/sb)