Masyarakat sedang mengantre gas elpiji 3 kg saat giat gerakan pangan murah di Taman Kota Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Kabar baik bagi warga Kotawaringin Timur (Kotim). Pemerintah daerah mendapat tambahan kuota elpiji subsidi 3 kilogram sebanyak 9.000 tabung.
Tambahan ini untuk mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji di enam kecamatan, yakni Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang dan Antang Kalang.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan tambahan kuota tersebut sudah mendapat persetujuan dari Ditjen Migas Kementerian ESDM.
“Sudah saya ajukan satu bulan yang lalu dan sudah disetujui. Insya Allah kita dapat tambahan 9.000 tabung untuk enam kecamatan,” ujar Halikinnor, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, selama ini masyarakat di enam kecamatan tersebut masih banyak menggunakan minyak tanah karena akses elpiji subsidi belum merata.
Tambahan kuota diharapkan bisa membuat distribusi elpiji lebih merata sekaligus mengurangi tekanan pasokan di wilayah lain yang kerap mengalami kelangkaan.
Pemkab Kotim memperkirakan distribusi tambahan elpiji mulai dilakukan pada September 2026.
“Artinya tidak ada lagi penggunaan minyak tanah dan tentu membantu menjaga inflasi,” tegas Halikinnor.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah berharap kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, pasokan elpiji lebih stabil dan harga tetap terjangkau. (f1/sb)