Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko memimpin rapat masalah IPH. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kalteng mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan harga kebutuhan pokok masih relatif terkendali dan ketersediaan stok, khususnya beras, masih aman.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan, pemerintah daerah terus memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
“IPH di Kalteng menurun, artinya tidak terlalu mengkhawatirkan karena stok seperti beras masih cukup,” kata Yuas usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ruang Bajakah, Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, tantangan yang perlu diantisipasi saat ini justru kondisi kemarau. Sejumlah daerah di Kalteng masih mengandalkan jalur sungai sebagai akses transportasi dan distribusi barang.
“Ketika melalui jalur sungai, banyak angkutan penyeberangan yang berhenti karena air sungai surut,” ungkapnya.
Yuas berharap kemarau tidak berlangsung terlalu lama sehingga distribusi kebutuhan pokok ke sejumlah daerah tetap berjalan lancar.
Dia juga menyebut kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Kalteng beberapa waktu lalu membawa solusi untuk menghadapi dampak kekeringan, salah satunya melalui kebijakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir meminta seluruh pihak terkait lebih aktif memantau perkembangan harga di lapangan.
“Kita berusaha sekeras-kerasnya. Kita meminta pemerintah daerah turun ke pasar dan cek harga pasar serta melakukan berbagai upaya,” tegasnya. (sb/*)