Asap yang terlihat di kawasan Bukit Sebayan Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau. FOTO: ISTIMEWA/SB
SB, NANGA BULIK – Kobaran api kembali mengancam kawasan hutan di Kabupaten Lamandau. Kali ini, kebakaran terjadi di kawasan Bukit Sebayan, Kecamatan Delang, yang dikenal sebagai kawasan hutan lindung dengan vegetasi hutan hujan tropis yang masih alami.
Kebakaran ini menjadi perhatian serius karena lokasi api berada jauh dari permukiman dan tidak terdapat aktivitas berladang masyarakat di kawasan tersebut.
Bukit Sebayan juga memiliki nilai penting bagi masyarakat adat setempat. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah yang dikeramatkan, sehingga kebakaran yang terjadi mendapat perhatian khusus.
Persoalannya, petugas kesulitan mencapai titik api, Tidak ada akses jalan menuju lokasi. Dari jalan utama, titik kebakaran diperkirakan masih berjarak lebih dari lima kilometer. Kondisi medan yang sulit membuat upaya pemadaman melalui jalur darat menjadi sangat terbatas.
Camat Delang, Srijinggo, mengatakan pihaknya bersama unsur terkait masih berupaya mengetahui kondisi terkini di lokasi.
“Lokasinya sulit dijangkau karena tidak ada jalan. Diperkirakan lebih dari lima kilometer dari jalan utama,” ujar Srijinggo.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemadaman dari jalur darat tidak mudah dilakukan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lamandau diminta segera mencari alternatif penanganan, termasuk dukungan pemadaman melalui udara.
Upaya menuju lokasi saat ini melibatkan aparatur Kecamatan Delang, pemerintah desa dan kelurahan, kepolisian, TNI, serta Damang Kepala Adat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau, Irwansyah, meminta titik koordinat kebakaran segera disampaikan agar dapat dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi.
Langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat dukungan penanganan, terutama karena laporan di lapangan menyebutkan api semakin membesar.
“Dari foto udara yang ada saat ini tidak ada aktivitas masyarakat, dilaporkan api semakin membesar. Kita juga telah membuat laporan dan meminta bantuan ke BPBDPK malam ini untuk minta bantuan udara,” kata Irwansyah.
Kebakaran di Bukit Sebayan menjadi tantangan tersendiri di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman karhutla di Lamandau.
Selain berada di kawasan hutan lindung, lokasi kebakaran juga memiliki medan yang sulit dan minim akses. Vegetasi hutan yang cukup rapat membuat api berpotensi sulit dikendalikan apabila penanganan terlambat dilakukan.
Pemadaman dari udara kini diharapkan menjadi solusi untuk menjangkau titik api yang tidak bisa ditembus melalui jalur darat.
"Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus berupaya mempercepat penanganan agar kebakaran tidak meluas dan mengancam kawasan hutan lindung yang memiliki nilai ekologis sekaligus nilai budaya bagi masyarakat adat setempat," pungkasnya. (BY/SB)