seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

HUT ri

Anggota DPRD Kapuas Hadiri Ngaben Massal

by Redaksi - Tanggal 27-08-2026,   jam 06:44:31
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas dari Fraksi Partai Gerindra, Yetty Indriana dan I Made Pasek, menghadiri upacara pelepasan Bade Ngaben Massal Banjar Merta di Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Selasa (25/08/2026). FOTO: ISTIMEWA/SB Anggota DPRD Kabupaten Kapuas dari Fraksi Partai Gerindra, Yetty Indriana dan I Made Pasek, menghadiri upacara pelepasan Bade Ngaben Massal Banjar Merta di Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Selasa (25/08/2026). FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, KUALA KAPUAS - Anggota DPRD Kabupaten Kapuas dari Fraksi Partai Gerindra, Yetty Indriana dan I Made Pasek, menghadiri upacara pelepasan Bade Ngaben Massal Banjar Merta di Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Selasa (25/08/2026).

Keduanya Wakil Rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Basarang, Kapuas Barat dan Mantangai ini, menyempatkan diri hadir dan menyaksikan prosesi religi bersama umat Hindu serta para undangan lainnya.

Yetty Indriana mengungkapkan rasa haru dan bangga atas terselenggaranya upacara tersebut. Hal ini menunjukan betapa kentalnya kebersamaan umat Hindu asal Bali, sehingga tercipta suasana seperti di kampung halaman mereka.

"Kecamatan Basarang telah lama dikenal oleh masyarakat Kapuas sebagai wilayah yang didiami oleh saudara-saudara kita keturunan Bali melalui Program Transmigrasi sejak setengah abad lalu," ucapnya.

Pelestarian budaya dan upacara keagamaan seperti ini semakin memperkaya ragam budaya lokal serta keberagaman agama yang hidup berdampingan secara toleran. Hal ini perlu terus kita jaga kelestariannya demi mewujudkan kondusivitas di Kabupaten Kapuas," lanjut Yetty.

Hal senada juga disampaikan I Made Pasek, yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa di Kecamatan Basarang.

Made Pasek menyampaikan tradisi gotong royong sangat kental di kalangan masyarakat keturunan Bali, terlihat dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan.

"Ini sudah merupakan tradisi turun-temurun dari para pendahulu kami, baik kami berada di perantauan maupun di kampung halaman. Prinsip kami adalah ‘Dimana Langit di Pijak, di Situ Langit di Junjung’. Itulah pesan nenek moyang kami. Sebagai petani dan peladang, kami pun selalu melaksanakan kegiatan pengelolaan lahan secara gotong royong," ungkap Made Pasek.

Menurutnya ang sangat membanggakan bagi Kabupaten Kapuas Upacara ini di ikuti oleh umat Hindu dari tiga provinsi dari Kalimantan Kaltim, Kalsel dan Kalteng serta secara keselurahan diikuti 7 Kabupaten dan Upacara ini dilaksanakan 5 tahun sekali. (f4)