seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Kasus ISPA di Kotim Tembus 214 Orang pada Agustus

by Redaksi - Tanggal 31-08-2026,   jam 16:06:07
Tampak pasien sedang mengantre mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:DOK SEPUTAR BORNEO) Tampak pasien sedang mengantre mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:DOK SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan peningkatan seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta memasuki puncak musim kemarau.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Hingga Agustus 2026, jumlah pasien ISPA yang ditangani rumah sakit tersebut telah mencapai 214 kasus.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Candra E, mengatakan, dari total tersebut sebanyak 124 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan 90 pasien harus mendapatkan perawatan melalui rawat inap.

“Data ISPA bulan Agustus di Murjani sudah tembus 214 pasien, terdiri dari 124 pasien rawat jalan dan 90 pasien rawat inap,” kata dr Candra, Senin (31/8/2026).

Jumlah tersebut masih tergolong tinggi dari Juli 2026. Pada bulan sebelumnya, RSUD dr Murjani Sampit menangani 154 kasus ISPA, terdiri dari 106 pasien rawat jalan dan 48 pasien rawat inap.

Menurutnya, peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap Karhutla.

“Kasus ISPA semakin hari semakin bertambah,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan udara yang tidak sehat. Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker medis atau respirator seperti N95.

Selain itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).

Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga asupan nutrisi untuk membantu mempertahankan kondisi tubuh. Jika kualitas udara di sekitar rumah memburuk, penggunaan penyaring udara atau air purifier di dalam ruangan juga dapat menjadi salah satu upaya mengurangi paparan polutan.

Peningkatan kasus ISPA ini menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai masyarakat seiring masih berlangsungnya musim kemarau dan ancaman kabut asap Karhutla di Kotim. (f1/sb)