seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Proyek Jalan Patung-Hayaping Rp9,68 Miliar Belum Tampak Dikerjakan, Warga Mempertanyakan

by Redaksi - Tanggal 02-09-2026,   jam 18:51:00
Ilustrasi Ilustrasi

 

SB, TAMIANG LAYANG – Proyek peningkatan Jalan Patung–Hayaping di Kabupaten Barito Timur dengan nilai kontrak mencapai Rp9,685 miliar mulai dipertanyakan. Pasalnya, meski papan proyek telah terpasang di lokasi, pekerjaan fisik belum tampak dikerjakan.

Proyek tersebut merupakan paket Peningkatan Jalan Patung–Hayaping, di bawah kegiatan Penyelenggaraan Jalan Provinsi dan subkegiatan Rekonstruksi Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah, Bidang Bina Marga.

Informasi pada papan proyek menyebutkan, pekerjaan menggunakan dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan nomor kontrak 34/KTRK-BM/DPUPR/2026, tertanggal 8 Juli 2026.

Pelaksanaan proyek ditetapkan selama 180 hari kalender, terhitung mulai 8 Juli 2026 hingga 4 Desember 2026. Pelaksana pekerjaan tercantum CV Tribina Putra Riana, sedangkan konsultan pengawas adalah CV Betang Agung Perkasa Consultant.

Namun, kondisi di lapangan menjadi perhatian. Hingga Rabu, 2 September 2026, atau hampir dua bulan sejak tanggal mulai kontrak, belum terlihat aktivitas pekerjaan fisik yang signifikan di lokasi. Yang tampak justru papan informasi proyek yang berdiri di sekitar lokasi pekerjaan.

Dengan jadwal kontrak yang akan berakhir pada 4 Desember 2026, waktu pelaksanaan yang tersisa kini sekitar tiga bulan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat nilai proyek yang digelontorkan tidak sedikit dan sumber pendanaannya berasal dari PAD. Terlebih, papan proyek sendiri mencantumkan pesan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan menggunakan dana yang dihimpun dari pajak yang dibayarkan masyarakat.

"Belum ada dikerjakan, tidak tahu kenapa?," celetuk warga berinisial BR kepada media ini.

Ia berharap proyek peningkatan jalan tersebut segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan pengguna jalan, khususnya masyarakat yang melintas di ruas Patung–Hayaping.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi kendala sehingga pekerjaan fisik belum terlihat berjalan, apakah berkaitan dengan mobilisasi, teknis pelaksanaan, administrasi, maupun faktor lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Kalteng maupun kontraktor terkait kondisi dan progres pekerjaan tersebut. (OGN)