seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Ketua TP PKK Kotim Bagikan Masker kepada Masyarakat

by Redaksi - Tanggal 02-09-2026,   jam 20:30:07
Ketua TP-PKK Kotim, Khairiah Halikinnor ketika membagikan masker kepada masyarakat yang melintas. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) Ketua TP-PKK Kotim, Khairiah Halikinnor ketika membagikan masker kepada masyarakat yang melintas. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ketua TP PKK Kotim Khairiah Halikinnor turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Rabu (2/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.

“Harapannya pembagian masker ini menjadi salah satu upaya pencegahan. Karena kita sedang menghadapi asap, otomatis penyakit seperti ISPA bisa muncul. Bagi masyarakat yang memiliki asma juga akan lebih mudah kambuh,” kata Khairiah.

Selain masker, Khairiah juga mengecek rumah bebas asap atau rumah oksigen yang disiapkan untuk membantu warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap.

“Kalau ada yang sesak napas dan membutuhkan oksigen, bisa datang ke sini untuk penanganan awal. Tapi kalau ada penyakit penyerta, otomatis kita rujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi alternatif penanganan awal di tengah kondisi rumah sakit yang juga cukup padat. Rumah oksigen juga tersedia di PSC 119 dan sejumlah puskesmas.

Khairiah mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya. Fasilitas rumah bebas asap dapat digunakan secara gratis tanpa persyaratan khusus.

“Tidak ada syaratnya, langsung gratis,” tegasnya.

Ia juga membuka kemungkinan fasilitas serupa disiapkan di wilayah lain. Menurutnya, yang terpenting lokasi tersebut memenuhi syarat, terutama aman dan bebas dari paparan asap.

“Kalau ada tempat, kenapa tidak bisa? Kita harus mencari tempat yang memang steril dan bebas asap,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Khairiah turut melihat kondisi kebun PKK yang ikut terdampak kemarau. Kekurangan air membuat pertumbuhan tanaman dan hasil pertanian di lokasi tersebut belum maksimal.

“Memang terkena dampak kemarau. Jadi hasil pertaniannya kurang maksimal karena kekurangan air,” katanya. (f1/sb)