seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

RSUD Murjani Sampit Siapkan Lima Layanan Prioritas Nasional

by Redaksi - Tanggal 03-09-2026,   jam 15:31:40
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mendampingi Kadinkes meninjau Unit Hemodialisa. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mendampingi Kadinkes meninjau Unit Hemodialisa. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung mandat Program Nasional Kesiapan Infrastruktur dan SDM Rumah Sakit.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Noviany, menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan rujukan diwajibkan memenuhi standar pelayanan pada lima layanan prioritas nasional. Kelima layanan tersebut meliputi kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KIA)

Menurutnya, kelima kelompok penyakit tersebut menjadi prioritas karena berkontribusi besar terhadap angka kesakitan, kematian, serta beban pembiayaan kesehatan di Indonesia.

“Mandat program nasional ini mewajibkan fasilitas kesehatan rujukan untuk memenuhi standar pelayanan pada lima layanan prioritas nasional,” ujar dr Yulia, Kamis (3/9/2026).

Untuk layanan kanker atau onkologi, kesiapan yang diperlukan mencakup ruang kemoterapi, bunker radioterapi seperti Linear Accelerator (Linac), alat brakiterapi, serta laboratorium patologi anatomi untuk mendukung diagnosis yang akurat.

Dari sisi SDM, rumah sakit juga dituntut memiliki dokter spesialis onkologi medik, onkologi radiasi, bedah onkologi, patologi anatomi, serta perawat yang memiliki kompetensi dalam pelayanan kemoterapi.

Sementara pada layanan jantung dan pembuluh darah, fasilitas yang menjadi perhatian antara lain laboratorium kateterisasi atau Cath Lab untuk tindakan intervensi seperti pemasangan ring, ruang ICU/ICCU khusus jantung, serta alat ekokardiografi.

Kesiapan SDM mencakup dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, khususnya yang memiliki kompetensi intervensi, dokter spesialis bedah toraks, kardiak dan vaskular (BTKV), serta perawat yang memiliki kompetensi di bidang kardiovaskular.

Untuk layanan stroke atau neurologi, rumah sakit perlu memiliki CT-Scan minimal 64 slices, Unit Stroke, Digital Subtraction Angiography (DSA), serta fasilitas neuro-restorasi dan rehabilitasi medik.

Sedangkan dari sisi SDM diperlukan dokter spesialis saraf, neuro-intervensionis, dokter spesialis bedah saraf, serta tim perawat yang terlatih dalam penanganan pasien stroke.

Pada layanan uronefrologi atau penyakit ginjal dan saluran kemih, kesiapan infrastruktur meliputi mesin hemodialisis yang memadai, ruang isolasi hemodialisis, fasilitas Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), serta Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk penanganan batu ginjal.

“Selain infrastrukturnya, kesiapan SDM juga menjadi bagian penting, seperti dokter spesialis nefrologi atau konsultan ginjal dan hipertensi (KGH), dokter spesialis urologi, serta perawat yang memiliki kompetensi dialisis,” jelasnya.

Sementara untuk layanan kesehatan ibu dan anak, rumah sakit dituntut memiliki fasilitas NICU dan PICU yang dilengkapi ventilator bayi, ruang bersalin berstandar Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), serta alat ultrasonografi (USG) fetomaternal.

Kebutuhan SDM pada layanan tersebut meliputi dokter spesialis obstetri dan ginekologi, termasuk fetomaternal, dokter spesialis anak atau pediatri dan neonatologi, serta bidan dan perawat yang terlatih dalam pelayanan ibu dan anak.

Dr Yulia menambahkan, pemenuhan standar pada lima layanan prioritas tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan rujukan yang komprehensif kepada masyarakat.

“Dengan kesiapan infrastruktur dan SDM yang sesuai standar, kami berharap pelayanan terhadap masyarakat, khususnya untuk penyakit-penyakit prioritas tersebut, dapat semakin optimal,” pungkasnya. (f1/sb)