seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Sampit Dilanda Karhutla, Rumah Bebas Asap Dibuka untuk Warga

by Redaksi - Tanggal 03-09-2026,   jam 17:56:43
Ketua TP Posyandu 6 Bidang SPM Kotim, Khairiyah Halikinnor meninjau rumah bebas asap untuk masyarakat. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) Ketua TP Posyandu 6 Bidang SPM Kotim, Khairiyah Halikinnor meninjau rumah bebas asap untuk masyarakat. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Sampit membuat Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, membuka Rumah Bebas Asap bagi masyarakat.

Fasilitas yang berada di Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir ini dibuat bekerja sama dengan Ranu Welum Foundation. Warga yang mengalami sesak napas dapat mendapat pertolongan awal berupa oksigen dan nebulizer.

Ketua TP Posyandu 6 Bidang SPM Kotim, Khairiyah Halikinnor, mengatakan Rumah Bebas Asap disiapkan untuk membantu warga yang terdampak kabut asap.

“Kalau ada yang sesak napas, mau nebulizer atau oksigen, boleh di sini. Asal tidak ada penyakit penyerta,” ujar Khairiyah, Kamis (3/9/2026).

Jika warga memiliki penyakit penyerta, mereka akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

“Kalau ada penyakit penyerta, otomatis kita rujuk ke rumah sakit,” tegasnya.

Lurah Mentawa Baru Hilir, Putri Noorgeulis Fimaulyahar, mengatakan fasilitas tersebut buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Ranu Welum Foundation menyiagakan dua hingga tiga petugas.

“Kalau kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien langsung dirujuk ke IGD menggunakan ambulans relawan,” katanya.

Putri menyebut Rumah Bebas Asap mendapat respons positif. Dalam sehari, sekitar 15 hingga 20 orang datang, mulai dari masyarakat umum hingga relawan.

Sementara itu, kabut asap masih cukup pekat terutama pada pagi hari hingga sekitar pukul 08.30 WIB. Sejumlah titik kebakaran juga berada dekat permukiman, seperti kawasan Pelita Barat, Jalan Mohammad Hatta, Perumahan Grand Pelita dan Perumahan Citra Mandiri Pelita Barat.

“Rata-rata titik api itu dekat dengan permukiman masyarakat,” pungkas Putri. (f1/sb)