Bupati Kotim, H Halikinnor didampingi Kapolres meninjau lokasi karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mendapat tambahan 10 unit mobil tangki untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, informasi terkait bantuan tambahan armada tersebut diterimanya dari Dandim 1015/Sampit. Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman, terutama di tengah semakin terbatasnya sumber air.
“Alhamdulillah kita menerima informasi dari Pak Dandim, bahwa kita mendapatkan bantuan 10 mobil tangki pemadam kebakaran,” kata Halikinnor, Kamis (3/9/2026).
Dari 10 unit armada tersebut, sebanyak tujuh mobil tangki akan ditempatkan di Posko Penanggulangan Karhutla. Sedangkan tiga unit lainnya akan diperbantukan ke sejumlah kecamatan yang dinilai membutuhkan dukungan armada pemadaman.
“Dari 10 mobil itu, nanti tujuh kita tempatkan di posko penanggulangan karhutla, dan tiga itu kita serahkan ke kecamatan yang dianggap membutuhkan untuk penanganan pemadaman,” ujarnya.
Tiga kecamatan yang menjadi sasaran penempatan armada tersebut yakni Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, dan Kota Besi.
Menurut Halikinnor, penempatan mobil tangki di tingkat kecamatan penting dilakukan karena wilayah tersebut memiliki kawasan permukiman yang cukup padat serta sejumlah akses yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Pengoperasian armada nantinya akan dikoordinasikan bersama unsur pemerintahan dan keamanan di masing-masing kecamatan.
“Nanti dikoordinir oleh camat, kapolsek, dan danramil di masing-masing kecamatan,” tegasnya.
Halikinnor berharap tambahan armada tersebut mampu meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan karhutla, khususnya dalam kondisi sumber air yang semakin terbatas.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, sejak Januari hingga 25 Agustus 2026 tercatat sebanyak 493 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.491 hektare.
Dalam periode yang sama, akumulasi titik panas atau hotspot tercatat sebanyak 8.727 titik. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 2.313 titik. (f1/sb)