Kabut Asap Kamin Pekat, DPRD Palangka Raya Minta Warga Waspada ISPA
SB, PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) makin pekat dan menjadi perhatian di Kota Palangka Raya. Masyarakat diminta lebih waspada terhadap dampaknya, terutama gangguan kesehatan pada saluran pernapasan.
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik, meminta pemerintah memastikan pelayanan kesehatan tetap siap bagi warga yang terdampak asap.
“Kami mendorong agar masyarakat yang terdampak kabut asap dapat segera memperoleh penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan,” kata Salundik.
Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat atau keluhan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas.
Fasilitas tersebut tersedia di Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit, dan Kayon.
Pelayanan kesehatan juga diperkuat dengan keberadaan 30 puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di berbagai kelurahan.
Salundik mengatakan, DPRD juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data kasus dilaporkan setiap hari sebagai bahan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di tengah kualitas udara yang terdampak asap.
Ia pun mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.
“Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap,” imbaunya.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.
“Yang terpenting, masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” pungkasnya. (sb/*)