Kemarau Panjang, Distribusi Air PDAM Parenggean Terkendala
SB, SAMPIT - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Di Kecamatan Parenggean, debit air baku milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terus menurun hingga mengganggu distribusi air kepada pelanggan.
Kondisi tersebut terjadi dalam sekitar dua pekan terakhir. Waduk penampungan air baku yang selama ini menjadi sumber utama PDAM Unit Parenggean mulai mengering akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau.
Camat Parenggean, Muhammad Jais mengatakan, gangguan distribusi air bersih terjadi karena cadangan air baku di sejumlah waduk milik PDAM terus menipis.
”Memang PDAM itu terkendala karena surut air baku. Waduk-waduknya PDAM itu kering,” ungkap Jais, Senin (14/9/2026).
Untuk mengantisipasi krisis air bersih yang semakin meluas, pemerintah kecamatan bersama pihak PDAM mengambil langkah dengan mengalihkan titik pengambilan atau intake air baku ke aliran Sungai Tualan.
Saat ini, petugas di lapangan tengah melakukan perbaikan dan penataan ulang jaringan pipa intake yang akan digunakan untuk mengambil air dari Sungai Tualan.
”Saat ini sudah kita koordinasikan bersama, bahwa PDAM itu mengambil air lagi di Sungai Tualan, dengan catatan memperbaiki pipa. Mungkin satu minggu lagi sudah jalan,” terangnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, pemerintah kecamatan juga menyiapkan langkah darurat dengan mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak.
Pasokan air tersebut diambil dari sumur alami yang berada di Kelurahan Parenggean. Distribusi diprioritaskan untuk masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di Desa Karangsari dan Desa Karang Tunggal.
”Sudah sekitar dua minggu PDAM terkendala. Cuma kita bisa bantu dengan supply air dari sumur alami yang ada di Kelurahan Parenggean, meski tidak semuanya. Terkait air bersih insyaallah bisa kita kendalikan,” kata Jais.
Menurutnya, pengalihan sumber air baku ke Sungai Tualan diharapkan dapat segera mengatasi kendala distribusi sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat kembali normal. (f1/sb)