Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Karhutla Kotim Capai 1.132 Kejadian, Luas Terbakar Hampir 2 .000 Hektare

Redaksi 26-09-2026, 15:04 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
Bupati Kotim, H Halikinnor memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Kotim Halikinnor memimpin evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan di Pos Komando (Posko) Penanganan Karhutla dan Kekeringan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sabtu (26/9/2026).

Evaluasi tersebut diikuti unsur Pemkab Kotim, TNI, Polri, BPBD, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di lapangan.

Halikinnor mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan penanganan sekaligus menentukan langkah berikutnya menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Evaluasi ini untuk melihat sejauh mana upaya penanganan yang telah dilakukan, sekaligus menentukan strategi berikutnya dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah,” kata Halikinnor.

Dalam rapat tersebut dibahas perkembangan pemadaman dan pendinginan, kesiapan personel dan peralatan, ketersediaan sumber air, hingga berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan.

Halikinnor menegaskan evaluasi secara berkala penting dilakukan karena ancaman karhutla masih tinggi. Terlebih, Kotim saat ini berada pada puncak musim kemarau sehingga kondisi lahan semakin kering dan sumber air semakin terbatas.

Berdasarkan data BPBD Kotim hingga 25 September 2026, tercatat sebanyak 1.132 kejadian karhutla telah ditangani dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 1.999 hektare. Sementara akumulasi sebaran titik panas atau hotspot di Kotim tercatat mencapai 36.519 titik.

“Saya minta seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian karhutla,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak diperlukan mengingat wilayah yang harus ditangani cukup luas. Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Pemkab Kotim juga terus memperkuat dukungan sarana dan prasarana penanganan karhutla. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diarahkan ikut membantu kebutuhan di lapangan, termasuk penyediaan air untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard