Pemkab Kapuas Evaluasi Kampung Percontohan Sanitasi
SB, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas melaksanakan monitoring dan evaluasi Kampung Percontohan Sanitasi Tahun 2026 untuk memastikan program peningkatan sanitasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat berjalan sesuai rencana. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Kapuas, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK), tim Kelompok Kerja Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) tingkat provinsi, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas, Kusmiatie, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan program sanitasi di desa percontohan, khususnya Desa Basarang. Kegiatan ini juga bertujuan memastikan berbagai intervensi yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, salah satu infrastruktur pendukung yang telah dibangun adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) pada 2025. Karena itu, evaluasi turut diarahkan untuk melihat kondisi fasilitas serta kesiapan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibentuk untuk mengelolanya.
“Kami ingin melihat kondisi fasilitas yang sudah dibangun sekaligus mengetahui kesiapan kelompok masyarakat dalam menjalankan pengelolaan sampah. Saat ini, masih diperlukan pendampingan agar pengoperasian TPS 3R dapat berjalan sesuai rencana dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Kapuas, Ahmad M. Saribi, melalui Kepala Bidang PSDK Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan, Agustaf Priyanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan penyusunan dan pemantapan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK).
Hasil monitoring dan evaluasi nantinya menjadi bahan pendukung dalam kegiatan klinik atau pendampingan teknis yang dijadwalkan pada minggu pertama November 2026.
Selain itu, terdapat rencana dukungan program sanitasi dari PT PLN berupa bantuan untuk lima titik sanitasi individual yang direncanakan mulai dilaksanakan pada awal November. Intervensi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sanitasi masyarakat, terutama di kawasan desa percontohan.
Agustaf menegaskan, keberhasilan program sanitasi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat serta kolaborasi lintas sektor.
“Kita membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, masyarakat, hingga DPRD dan instansi terkait. Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah. Dengan kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, kita berharap fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan budaya hidup bersih semakin berkembang di masyarakat,” tambahnya.
Pemkab Kapuas berharap pelaksanaan program Kampung Percontohan Sanitasi semakin optimal, baik dari sisi pemanfaatan infrastruktur maupun keterlibatan masyarakat, sehingga mampu mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat secara berkelanjutan. (f4)