Lewati ke konten utama
Provinsi

Salinitas Sungai Mentaya Masih Tinggi, Air PDAM Belum Layak Dikonsumsi

Redaksi 29-10-2026, 13:05 WIB 2 menit baca
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Sampit, Edy Dyufriadi
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Sampit, Edy Dyufriadi

SB, SAMPIT – Hujan yang mulai turun belum mampu memulihkan kualitas air Sungai Mentaya di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim). Kadar garam akibat intrusi air laut masih tinggi, sehingga air yang didistribusikan Perumdam Tirta Mentaya hanya boleh digunakan untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK), bukan untuk minum maupun memasak.

Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Edy Dyufriadi, mengatakan hasil pengukuran menunjukkan tingkat salinitas air mencapai 4.700. Angka tersebut masih jauh di atas batas di bawah 500 yang diharapkan untuk air baku dengan kadar garam rendah.

“Air yang kami distribusikan saat ini hanya untuk kebutuhan nonkonsumsi. Kami sudah memberikan peringatan kepada masyarakat karena kadar garamnya masih tinggi,” tegas Edy, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, hujan yang mengguyur wilayah Sampit belum cukup untuk menekan intrusi air laut. Pemulihan sangat bergantung pada hujan di wilayah hulu, yang dapat meningkatkan aliran air tawar dan mendorong air laut kembali ke arah muara.

“Hujan yang kita harapkan itu hujan dari hulu, sehingga air tawar bisa naik dan mendorong air laut yang masuk. Kalau hujan hanya di sekitar Sampit, sementara di hulu tidak hujan, sama saja sebenarnya,” ujarnya.

Edy menjelaskan, intrusi air laut telah mencapai sekitar 105 kilometer dari kawasan muara Ujung Pandaran. Setelah kemarau panjang, hujan juga membutuhkan waktu untuk membasahi tanah yang kering sebelum air mengalir dan menambah debit sungai.

Untuk menjaga pasokan air, Perumdam mengalihkan pengisian tangki ke kawasan Kota Besi, yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Sampit. Pengangkutan dalam jumlah besar dilakukan menggunakan kapal jenis landing craft tank (LCT) melalui jalur sungai.

Namun, upaya tersebut masih terkendala keterbatasan armada dan biaya operasional. Perumdam juga berupaya membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air layak konsumsi, khususnya warga kurang mampu yang tidak selalu sanggup membeli air galon.

Edy berharap hujan turun merata sepanjang November agar kondisi Sungai Mentaya berangsur pulih pada Desember hingga awal Januari. Penurunan kadar garam dan membaiknya kondisi fisik air menjadi indikator penting sebelum sumber air tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara normal.

“Harapan kita November ini sudah mulai hujan. Mudah-mudahan Desember nanti kondisi air sungai mulai membaik, sehingga kadar garamnya turun dan air bisa kembali normal,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard