Lewati ke konten utama
Provinsi

Rektor UPR Kejar Izin Prodi Kedokteran Gigi

Redaksi 29-10-2026, 19:35 WIB 3 menit baca
Rektor UPR, Prof Bhayu Rhama didampingi Wakil Rektor I ketika mengunjungi Fakultas Kedokteran. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Rektor UPR, Prof Bhayu Rhama didampingi Wakil Rektor I ketika mengunjungi Fakultas Kedokteran. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) terus mematangkan rencana pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran. Namun, sebelum izin pendirian diterbitkan, kampus tersebut masih harus menuntaskan dua pekerjaan utama, yakni pemenuhan sarana dan prasarana serta kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Rektor UPR Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., turun langsung meninjau sejumlah fakultas, Kamis (29/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memetakan kebutuhan fasilitas pendidikan sekaligus memastikan kesiapan kampus dalam mendukung pembelajaran tatap muka dan pengembangan program akademik baru.

Bhayu mengatakan, pembenahan fasilitas menjadi perhatian penting karena aktivitas perkuliahan kembali berlangsung secara tatap muka. Kebutuhan tersebut harus dipetakan agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal, termasuk dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran.

“Sekarang kita fokuskan tentang sarana prasarana karena pembelajaran mulai tatap muka. Tadi kita juga membahas terkait pembukaan fakultas baru di kedokteran, yaitu program studi dokter gigi,” ujarnya.

Menurut Bhayu, pembukaan program studi kedokteran gigi tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan ruang dan fasilitas pembelajaran. UPR juga harus memastikan tenaga pengajar serta pembimbing memiliki kesiapan sesuai kebutuhan pendidikan kedokteran, termasuk untuk mendukung tahapan pendidikan profesi.

Karena itu, penyiapan SDM menjadi bagian penting yang harus berjalan beriringan dengan pemenuhan fasilitas. Langkah tersebut diperlukan agar program studi yang direncanakan tidak hanya memenuhi persyaratan pendirian, tetapi juga mampu menyelenggarakan pendidikan secara berkelanjutan.

Dekan Fakultas Kedokteran UPR, Dr. dr. Natalia Sri Martani, mengatakan pengajuan pendirian Program Studi Kedokteran Gigi saat ini sudah masuk dalam aplikasi SIAGA dan telah menjalani satu kali evaluasi.

“Sekarang ini untuk pendirian program studi kedokteran gigi sudah dalam aplikasi SIAGA dan sudah ada evaluasi sekali. Memang ada dua PR, sarana prasarana dan SDM-nya,” ungkap Natalia.

Ia menjelaskan, pemenuhan fasilitas telah dilakukan secara bertahap sejak masa kepemimpinan rektor sebelumnya hingga saat ini. Meski demikian, masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus diselesaikan sebelum pengajuan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Fakultas Kedokteran UPR menargetkan pelaporan kelengkapan persyaratan pada 15 November 2026. Untuk mempercepat persiapan, fakultas tersebut juga mendapatkan pembinaan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Jember.

Natalia berharap seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai ketentuan sehingga izin pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi dapat terbit tahun ini. Kehadiran program tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi UPR untuk ikut menyiapkan tenaga kesehatan yang dibutuhkan masyarakat Kalteng.

Selain pengembangan pendidikan kedokteran, kunjungan rektor juga menyoroti pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Fakultas Hukum UPR. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman belajar atau bekerja untuk melanjutkan pendidikan, baik pada jenjang sarjana maupun magister, sesuai persyaratan yang berlaku.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UPR, Natalia Asi, mengatakan pengembangan fakultas dan program studi harus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi daerah. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan tenaga profesional sesuai kebutuhan masyarakat.

“Semakin banyak fakultas dan program studi yang dikembangkan, semakin besar pula peluang perguruan tinggi untuk memberikan dampak bagi daerah. Kalimantan Tengah masih membutuhkan banyak tenaga kesehatan, sehingga UPR diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Dengan target pelaporan persyaratan pada pertengahan November, penyelesaian kebutuhan fasilitas dan SDM menjadi tahapan penting bagi Fakultas Kedokteran UPR. Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan izin diterbitkan, program studi baru tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya UPR memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Kalteng. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard